32.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaBerita UtamaEvakuasi Terkendala Medan Terjal dan Kabut Tebal, Pendaki Asal Brasil Masih Belum...

Evakuasi Terkendala Medan Terjal dan Kabut Tebal, Pendaki Asal Brasil Masih Belum Ditemukan

 

Lombok Timur (Inside Lombok) – Upaya pencarian terhadap seorang pendaki asal Brasil, JDSP (27), masih dilakukan. Pendaki tersebut dilaporkan terjatuh di kawasan Cemara Nunggal, jalur pendakian menuju puncak Gunung Rinjani, dan hari ketiga pencarian belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan menghadapi medan ekstrem serta cuaca yang tidak bersahabat sejak operasi dimulai pada Sabtu (21/6) akhir pekan kemarin.

Pencarian dilakukan secara intensif oleh gabungan personel dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Kantor SAR Mataram, BPBD Lombok Timur, TNI, Polri, hingga relawan. Mereka bekerja keras di tengah kabut tebal dan jurang terjal yang memperlambat proses evakuasi.

Pada hari pertama pencarian, tim berhasil tiba di lokasi sekitar pukul 14.32 WITA dan langsung memasang tali untuk evakuasi vertikal. Namun, berdasarkan laporan bahwa korban semakin tergelincir ke bawah muncul sekitar pukul 16.00 WITA.

“Sudah kami turunkan tali sepanjang 300 meter, tapi titik jatuhnya korban belum bisa dijangkau,” ungkap Samsul, salah satu anggota tim SAR, Minggu (22/6).

Saat malam menjelang, upaya dropping peralatan dan logistik terus dilakukan. Salah satu anggota bahkan harus bermalam di dinding tebing dengan metode flying camp di kedalaman 200 meter, demi menjaga keberlangsungan operasi.

Petunjuk baru muncul ketika drone thermal dikerahkan pada Minggu pagi. Kepala Balai TNGR, Yarman, menyampaikan bahwa korban kemungkinan telah berpindah dari titik awal.

“Data visual menunjukkan korban tidak lagi berada di lokasi awal. Mungkin dia bergerak menuju Danau Segara Anak,” ujarnya.

Namun penggunaan drone thermal untuk pencarian lanjutan belum optimal akibat kabut tebal dan kelembapan tinggi. Melihat kondisi yang penuh risiko, rapat koordinasi dilakukan untuk merumuskan langkah berikutnya.

Humas SAR Mataram, I Gusti Lanang, mengungkapkan bahwa tim kini mengadopsi dua pendekatan pencarian yakni menggunakan manual di tebing dan akan tetap memanfaatkan drone thermal saat cuaca memungkinkan. Ia mengakui bahwa ini adalah salah satu operasi tersulit yang pernah mereka jalankan.

“Medannya sangat terjal dan cuaca terus berubah, ini jadi tantangan besar bagi tim,” ujarnya.

Pihak TNGR juga kembali mengingatkan pentingnya keselamatan dalam pendakian serta pentingnya menghormati alam Gunung Rinjani. Dukungan doa dari masyarakat pun terus dimohonkan agar pencarian segera membuahkan hasil.

- Advertisement -

Berita Populer