Gelar Operasi Penyakit Masyarakat, Polres Lotim Amankan Miras dan Judi

Kapolres Lombok Timur, AKBP Ida Bagus Made Winarta, memimpin gelar perkara hasil Operasi Pekat mejelang bulan Ramadan 1440 Hijriah, Senin (06/05/2019) (Inside Lombok/Bayu Pratama)

Lombok Timur (Inside Lombok) – Sejak 26 April sampai dengan 6 Mei 2019 Sat Reskrim Polres Lombok Timur (Lotim) menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat). Operasi tersebut digelar guna menyambut dan menciptakan situasi kondusif menjelang bulan suci Ramadan 1440 Hijriah (2019).

Kapolres Lotim, AKBP Ida Bagus Made Winarta, menerangkan bahwa dari operasi yang digelar selama 11 hari tersebut, Sat Reskrim Polres Lotim menerima 64 laporan, yaitu 55 laporan menyangkut tindak pidana pengedaran minuman keras (miras) tanpa izin dan 9 laporan menyangkut praktit perjudian.

“Paling banyak dari Daerah selatan (wilayah bagian selatan Lotim, Red), itu judi ayam, togel, (dan) miras,” ujar Bagus, Senin (06/05/2019) saat memimpin gelar perkara di Polres Lotim.

Total tersangka yang diamankan oleh Polres Lotim sendiri adalah 97 tersangka dari berbagai usia. Diantaranya 30 tersangka kasus perjudian, dan 67 tersangka pengedar miras.

Pemusnahan barang bukti miras hasil Operasi Pekat Polres Lombok Timur, Senin (06/05/2019) (Inside Lombok/Bayu Pratama)

Barang bukti yang disita Polres Lotim sendiri adalah sebanyak 21 jeriken miras jenis tuak dan brem, 5 ember besar brem, 138 bungkus plastik tuak dan brem, 198 botol tuak, 135 botol brem, dan 42 botol bir. Selain itu, disita jua sebuah mobil bak terbuka yang dipakai untuk mengangkut miras tersebut.

Sedangkan untuk kasus perjudian, Polres Lotim menyita uang tunai sejumlah Rp 4.071.000, 11 unit telepon genggan, 8 kartu ATM, 1 set kartu remi, 8 karpet, 9 ayam aduan, 3 arena adu ayam, 2 bak mandi ayam, 32 motor milik para tersangka, serta 13 rekapan togel.

“Sebagian ada juga yang judi online (daring, Red),” ujar Bagus.

Bagus sendiri menerangkan bahwa pihaknya akan terus menciptakan kondisi yang aman dan nyaman selama bulan suci Ramadan ini. Hal itu untuk mendukung dan mengamankan seluruh umat muslim yang berada di wilayah hukum Polres Lombok Timur agar khusyuk dalam menjalankan ibadah puasanya.

“(Kita akan terus) menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. (Untuk persiapan) Hari raya kebutuhan masyarakat meningkat, termasuk tingkat kejahatan juga,” pungkas Bagus.