Mataram (Inside Lombok) – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mengunjungi para korban yang diduga mengalami kekerasan dan pelecehan seksual di salah satu pondok pesantren (ponpes) di wilayah Gunungsari, Lombok Barat. Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor UPTD PPA NTB, Rabu (23/4), Iqbal yang datang bersama istri dan staf juga menekankan pentingnya pendampingan bagi para korban.
“Mau menangis rasanya. Terlebih, peristiwa dugaan kekerasan seksual ini terjadi secara beruntun,” kata Iqbal kepada para wartawan usai memberikan pendampingan. Ia pun telah bicara dengan Kapolda dan Kajati NTB, agar segera memproses kasus ini dengan tuntutan hukuman yang seberat-beratnya.
Iqbal menitipkan pesan agar aparat penegak hukum memberikan hukuman yang seberat-beratnya kepada tersangka, sehingga dijadikan pesan agar peristiwa yang sama tak kembali terjadi. Lebih lanjut, dijelaskan peristiwa pelecehan seksual ini memang terjadi di lingkup ponpes, tetapi fokus utama pihaknya adalah memberantas predator seksual yang berpeluang terjadi di mana-mana.
“Orang-orang berperilaku buruk ada di mana-mana. Jadi, saya mohon, jangan menggeneralisasi atau memberikan stigma buruk terhadap ponpes. Ini sama saja sebagaimana yang terjadi di sekolah umum, terkadang mencetak orang baik dan terkadang mencetak orang buruk,” kata Iqbal.
Ia juga meminta kepada UPTD PPA NTB untuk memberikan perhatian dan perlindungan kepada para korban. Ia tak ingin korban yang telah mengalami kerugian materil dan non materil, mendapatkan stigma yang buruk. “Saya harap setelah proses ini selesai, para korban dapat menjalani kehidupan sosialnya dengan lancar,” ungkap Iqbal.
Pemerintah dalam hal ini disebutnya akan menjamin segala kebutuhan korban untuk merehabilitasi. Terlebih, proses trauma healing harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. “Kami akan senantiasa memberikan pendampingan hingga proses ini selesai,” tandas Iqbal. (gil)

