29.5 C
Mataram
Kamis, 30 Mei 2024
BerandaBerita UtamaHeboh Berita Penculikan Anak, Ternyata Pencuri Tas

Heboh Berita Penculikan Anak, Ternyata Pencuri Tas

Mataram (Inside Lombok) – Isu penculikan anak di Kecamatan Narmada mengundang perhatian publik. Pasalnya, pihak Pemerintah Desa Badrain yang menerima informasi adanya percobaan penculikan di Dusun Medain Barat menerbitkan surat imbauan agar masyarakat waspada. Kendati, setelah dilakukan pemeriksaan oleh Sat Reskrim Polresta Mataram, kasus tersebut justru menjurus pada aksi pencurian.

Kapolresta Mataram, Kombes Pol Mustofa menerangkan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terkait isu yang membuat khawatir masyarakat itu. Namun dari hasil pemeriksaan para saksi di Dusun Medain Barat ditemukan indikasi pencurian.

Diterangkan Mustofa, dua orang yang dilaporkan menaiki sepeda motor dan diduga hendak melakukan penculikan itu sempat berhenti di salah satu kios. Pemilik kios itu pun mengaku tasnya sempat dibawa kabur oleh kedua pria tersebut, sebelum akhirnya dibuang kembali setelah pergi beberapa meter.

Isu penculikan sendiri muncul lantaran ada warga yang melihat salah satu dari kedua orang itu mendekati seorang anak kecil yang sedang bermain lato-lato di pinggir jalan, sementara seorang lainnya berada di warung yang dimaksud.

- Advertisement -

“Yang jelas berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi oleh Sat Reskrim Polres Mataram tidak ditemukan usaha penculikan, tetapi yang ada upaya pencurian,” ujar Mustofa, Kamis (2/2).

Diterangkan Mustofa, isu penculikan muncul saat bibi dari anak yang bermain lato-lato tersebut tiba-tiba berteriak “penculik” dari dalam rumah. Teriakan spontan itu dilakukan lantaran khawatir dengan gerak-gerik kedua orang yang dicurigai.

“Mendengar teriakan tersebut kedua pria yang mengendarai Scoopy tersebut kabur ke arah utara, dan berhenti lagi di depan sebuah kios di sekitar jarak 40 meter dari tempat anak 7 tahun tersebut,” terangnya.

Saat ini indikasi tindak pidana penculikan di wilayah Kecamatan Narmada yang sempat viral tersebut ditegaskan Mustofa belum terbukti kebenarannya. Untuk itu diharapkan kepada masyarakat agar dalam bermedia sosial lebih berhati-hati. Mencari kebenaran informasi yang disampaikan, karena apa yang disampaikan di medsos tersebut akan mempengaruhi ketenangan dan kenyamanan masyarakat.

“Kami tegaskan bahwa percobaan penculikan di Kecamatan Narmada itu tidak ada, jadi diharapkan masyarakat untuk tenang dan tidak takut secara berlebihan,” jelasnya. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer