IKM Mutiara Mataram Siap Ambil Bagian MotoGP 2021

Mataram, 08/3 (Inside Lombok) – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan UKM Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengatakan, sejumlah industri kecil menengah (IKM) produk unggulan di Mataram salah satunya IKM mutiara sudah menyiapkan diri untuk mengambil bagian dalam kegiatan MotoGP 2021 di sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah.

“Pelaku usaha industri mutiara kita saat ini sedang menyiapkan berbagai hasil kerajinannya yang nantinya bisa menjadi buruan para tamu dan penonton saat kegiatan MotoGP,” kata Plt Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan UKM Kota Mataram I Gusti Ayu Yuliani di Mataram, Senin.

Dia mengatakan, mutiara menjadi salah satu produk unggulan khususnya di Kota Mataram dan Nusa Tenggara Barat umumnya, karena hasil mutiara pengrajin Mataram memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri dengan berbagai kearifan lokal.

“Model dan bentuk desain mutiara yang dihasilnya pengrajin selalu digemari dan menjadi incaran tamu atau wisatawan yang datang ke kota ini,” ujarnya.

Selain mutiara, lanjut Yuliani, pelaku industri dari kalangan konveksi juga sedang bersiap dengan membuat berbagai desain bertemakan MotoGP. Dengan harapan, hasil karya mereka bisa menjadi buah tangan bagi penonton dan pemain saat MotoGP nanti.

“Untuk memasukkan hasil produk unggulan kita menjadi salah satu cenderamata saat MotoGP, sejauh ini belum ada pembahasan dengan pihak terkait,” katanya.

Akan tetapi, sekarang pihaknya sedang berusaha melakukan komunikasi dengan pihak provinsi agar Kota Mataram mendapatkan stan di lokasi MotoGP, untuk menampung atau memamerkan berbagai hasil IKM/UKM pengrajin Kota Mataram.

“Informasi sementara, kita hanya dikasi satu stan dan itupun gabung dengan stan provinsi,” katanya.

Sedangkan menyinggung tentang apakah kualitas hasil UKM/IKM di Kota Mataram bisa bersaing dengan daerah lain, Yuliani mengaku optimistis hasil karya pengrajin Mataram memiliki nilai-nilai kearifan lokal sehingga hasilnya memiliki ciri khas yang berbeda dengan daerah lain.

“Apalagi untuk hasil olahan pangan, kualitasnya sudah tidak diragukan. Tinggal kita bina terkait kemasannya,” katanya. (Ant)