Indeks Kesembuhan COVID-19 NTB Terbaik Kedua di Indonesia

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalillah. (Inside Lombok/ANTARA/Humas Pemprov NTB/dok).

Mataram (Inside Lombok) – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalillah mengatakan indeks kesembuhan COVID-19 NTB terbaik kedua di Indonesia.

“Kami menyampaikan bahwa kondisinya NTB terkontrol dengan baik, tingkat kesembuhan semakin baik, saat ini kesembuhan sudah mencapai 55,9 persen,” kata Sitti Rohmi Djalillah saat mengikuti rapat koordinasi penanganan COVID-19 di kawasan timur Indonesia bersama Deputi V Bidang Politik, Hukum, Pertahanan, Keamanan, dan Hak Asasi Manusia Strategis Kantor Staf Presiden, Jaleswari Pramodhawardani yang mewakili Kepala Staf Kepresidenan melalui video conference, Jumat.

Ia menginformasikan bahwa total kasus positif COVID-19 di NTB saat ini mencapai 356. Indeks fatalitas (kematian) di NTB mencapai 1,97 persen sementara jumlah pasien sembuh dari COVID-19 di NTB mencapai 200 orang, sehingga indeks kesembuhan NTB dari COVID-19 adalah 55,9 persen.

“Hingga 14 Mei 2020, Provinsi NTB berada di daftar kedua terbaik setelah Provinsi Bali dalam hal indeks fatalitas dan indeks kesembuhan dari COVID-19,” ujarnya.

Dalam rapat itu, Wakil Gubernur juga memaparkan langkah-langkah Pemerintah Provinsi NTB dalam menanggulangi wabah COVID-19, antara lain menyediakan beberapa tempat untuk menampung pasien dan tempat pemeriksaan berupa laboratorium di tiga tempat yakni Rumah Sakit Umum Provinsi, Rumah Sakit Unram dan STP Sumbawa.

Laboratorium yang telah disediakan tersebut mampu melakukan pemeriksaan hingga 264 pemeriksaan per hari sehingga keluar angka yang jelas terkait jumlah kasus COVID-19. Selain itu, pemerintah provinsi juga menyediakan 20 tempat karantina dan isolasi yang tersebar di beberapa wilayah di NTB ini.

Baru-baru ini, pemerintah juga telah mengubah asrama haji menjadi rumah sakit darurat untuk merawat pasien yang terpapar wabah COVID-19.

“Kami menyiapkan RS darurat untuk pasien-pasien yang tidak memiliki gejala, karekteristik di NTB itu 70% laki-laki, ini yang menjadi PR kami adalah pasien yang tidak memiliki gejala, membutuhkan kehati-hatian yang tinggi,” terangnya.

Ia juga menyampaikan kerjansama pemerintah dengan kabupaten/kota sangat baik begitu juga dengan jajaran Polda NTB dan Korem 162/WB sehingga kesembuhan pasien dapat meningkat dengan tajam. Kerja sama tersebut melibatkan jajaran Polmas dan Babinsa yang dengan sigap memberikan informasi lapangan terkait COVID-19.

Untuk memaksimalkan pekerjaan pemerintah provinsi dalam menanggulangi wabah ini, Wakil Gubernur meminta bantuan dari pemerintah pusat terkait kekurangan peralatan dan perlengkapan kesehatan di NTB ini.

“Berbicara dukungan dari pemerintah pusat, kami membutuhkan beberapa perlengkapan, di antaranya reagen, rapid-tes dan APD untuk tenaga kesehatan kami,” ucapnya.

Selain dari segi kesehatan, Wagub NTB juga menyampaikan usaha pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat NTB, dengan melakukan pemberdayaan UMKM-UMKM. Karena itu, bantuan JPS Gemilang diisi dengan produk-produk buatan UMKM-UMKM yang ada di NTB.

“JPS Gemilang kita adakan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan hidup minimal masyarakat agar dapat bertahan untuk tetap hidup. Disamping itu mampu memberdayakan ekonomi lokal karena produk dalam JPS yang akan diberikan kepada masyarakat tersebut merupakan produk lokal dan hasil produksi IKM dan UKM di NTB,” sambungnya. (Ant)