Kabar Gembira, Nilai Tukar Petani NTB Naik 0,34 Persen

(Inside Lombok/BPS Provinsi NTB)

Mataram (Inside Lombok) – Nilai Tukar Petani di Provinsi NTB untuk bulan November tercatat sebesar 111,21. Sehingga terjadi kenaikan mencapai 0,34 persen bila dibandingkan dengan bulan Oktober 2018 yang Nilai Tukar Petani pada saat itu tercatat sebesar 110,83 persen.

Provinsi NTB merupakan salah satu dari 17 Provinsi di Indonesia yang mengalami peningkatan bulan November 2018 ini. Sedangkan sebanyak 16 Provinsi justru mengalami penurunan.

“Kebetulan Inflasi yang ada di NTB itu angkanya sama dengan nilai tukar petani (0,34 persen) jika dihitung secara month to month. Bedanya kalau inflasi kan dampaknya negatif, kalau NTP dampaknya positif,” ungkap Suntono, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTB, Senin (3/12/2018).

Penghitungan Nilai Tukar Petani tersebut menggunakan tahun dasar 2012 = 100. Bulan November 2018 ini Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) mencapai sebesar 117,05; Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) sebesar 80,02; Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) sebesar 94,44; Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) sebesar 128,43 dan Nilai Tukar Petani Perikanan (NTNP) sebesar 109,46.

Untuk Nilai Tukar Petani Perikanan (NTNP) terdapat 2 sektor yaitu terdiri dari NTP Perikanan Tangkap (NTN) tercatat sebesar 118,90 dan NTP Perikanan Budidaya (NTPi) yang nilainya tercatat sebesar 94,25.

“Untuk nilai perikanan secara keseluruhan mengalami penurunan sedangkan untuk yang budidaya mengalami peningkatan,” ujarnya

Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) bulan November 2018 sebesar 119,54 persen yang mengalami peningkatan sebesar 0,63 persen jika dibandingkan dengan bulan Oktober 2018 sebesar 118,80 persen.

Sebagian besar untuk NTUP bernilai di atas 100 kecuali pada subsektor hortikultura yang hanya bernilai sebesar 89,54 persen. NTUP subsektor tersebut antara lain Peternakan sebesar 139,93; Tanaman Pangan sebear 121,81; Perikanan sebesar 119,68; dan Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 104,84. (IL4)