Kembangkan SDM Loteng, Kampung Inggris Puyung Dibuka Secara Gratis

Peserta didik di Kampung Inggris Puyung yang dibuka secara gratis oleh M Khulaifi. (Inside Lombok/Istimewa)

Mataram (Inside Lombok) – Lombok Tengah saat ini merupakan salah satu kawasan yang masuk dalam KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) yaitu Kawasan Mandalika. Dengan berkembangnya infrastruktur daerah Lombok Tengah tentunya harus juga ditunjang dengan SDM yang memadai.

Pada saat ini, kondisi SDM Lombok Tengah bisa dibilang sangatlah kurang dan mustahil bisa mengcover semua jenis pekerjaan yang akan diserap dan dipekerjakan oleh perusahan yang ada, baik BUMN maupun swasta.

Perusahaan-perusahaan ini sudah tentu akan membutuhkan tenaga kerja yang sangat besar jumlahnya yaitu mulai dari hotel berbintang, restaurant, dan juga pemandu wisata yang akan memadati lombok tengah terutama dikawasan ekonomi khusus mandalika yang berada di Kuta.

“Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa yang paling penting untuk menunjang para pekerja yang ada di Lombok Tengah. Pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan pendidikan formal dari bangku sekolah untuk mencetak para pekerja pariwisata,” terang Founder Kampung Inggris Puyung M. Khulaifi, SH.

Ia melanjutkan bahwa keterampilan berbahasa inggris adalah harga mati untuk menunjang infrastruktur yang sudah disiapkan pemerintah. Oleh melanjutkan bahwa keterampilan berbahasa inggris adalah harga mati untuk menunjang infrastruktur yang sudah disiapkan pemerintah. Maka dari itu kursus non-formal adalah salah satu solusi untuk melengkapi kekurangan dari pelajaran yang didapatkan dibangku sekolah formal.

Saat ini masyarakat juga sudah ditawarkan dengan berbagai macam jenis dan teknik belajar bahasa inggris. Akan tetapi permasalahannya masyarakat tidak mampu membayar biaya yang ditawarkan oleh perusahaan atau jasa yang memberikan pembelajaran (kursus).

“Kami hadir ditengah masyarakat untuk ikut andil membantu pemerintah mencetak generasi muda yang siap untuk dipekerjakan dikawasan ekonomi khusus mandalika. Kami tidak ingin mempunyai predikat hanya sebagai penonton didaerah sendiri. Kami ingin memberantas pengangguran semaksimal mungkin, karena pengangguran saat ini sudah sangat banyak jumlahnya,” ungkapnya.

Kampung Inggris hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat terutama kaum milenial untuk bisa belajar bahasa inggris secara komprehensif.

Bukan hanya bahasa inggris yang bersifat general akan tetapi bahasa inggris pariwisata, budaya dan agama, bahasa inggris yang akan mampu menunjang kinerja para pekerjanya dalam menunjang perhelatan MotoGP 2021.

Meskipun nama tempat ini adalah nama kampung (Desa Puyung), bukan berarti yang boleh belajar ditempat ini hanya orang puyung saja, bahkan sampai hari ini tercatat sudah ada 150 anak SD yang berasal dari 6 Desa dilombok tengah dan sudah ada 80.

“Milenial yang berasal dari 20 desa di Lombok Tengah.
Masyarakat dan kaula muda terus berdatngan untuk ikut belajar ditempat kami. Akan tetapi saat ini kami sudah stop sementara dikarenakan kelas kami mengajar sudah full bahkan overloaded. Insya Allah saat ini kami bersama masyarakat sedang bersama-sama bergotong royong untuk membangun tempat yang lebih luas untuk tempat belajar sehingga kami tidak harus menolak siapapun yang akan datang untuk belajar ditempat ini,” ujarnya.

Untuk diketahui bahwa belajar di Kampung Inggris Puyung tanpa dipungut biaya apapun, dan diharapkan kedepannya bisa tetap gratis. Mungkin banyak orang yang berpikir bahwa pendidikan yang gratis akan terkesan kacangan dan murahan.

Saat ini jumlah relawan yang dimiliki berjumlah 12 orang, mereka berasal dari akademisi, yaitu dosen bahasa inggris pada salah satu universitas yang ada di Mataram. Kemudian juga dosen Poltekpar, praktisi pariwisata, tour leader dan tour guide senior yang berasal dari Himpunan Pramuwisata Indonesia, bahkan sudah ada relawan asing atau native speaker.

“Pergunakanlah waktu emas ini untuk terus belajar dan berkarya. Jangan sampai dihabiskan untuk suatu yang sia-sia, tidak ada kata terlambat untuk mau berubah dan berbuat. Saya membutuhkan kawan-kawan untuk sama-sama membangun daerah yang kita cintai ini. Ketika pemuda sudah bergerak, jangankan Rinjani atau Semeru, bahkan dunia inipun bisa kita guncang, begitulah kira-kira maksud perkataan sang proklamator,” pungkas Khulaifi.