Kemenag: Calon Haji Tunda Belum Ada Kepastian Berangkat

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh menyalami seorang calon haji lanjut usia di sela pelepeasan calon haji asal Kota Mataram tergabung dalam kloter tujuh Embarkasi Lombok. (Inside Lombok/ANTARA News/Humas).

Mataram (Inside Lombok) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram H Burhanul Islam mengatakan, dua orang calon haji tunda karena sakit yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 3, hingga kini belum ada kepastian keberangkatan.

“Sampai saat ini, dua calon haji tunda masih dalam proses perawatan di rumah sakit dan sampai sekarang belum ada kepastian hasil kesehatan,” katanya kepada sejumlah wartawan di Mataram, Sabtu.

Burhanul yang ditemui di sela pelepasan 140 calon haji musim haji 2019/1440 Hijriah, Kloter 7 Embarkasi Lombok di halaman kantor Wali Kota Mataram mengatakan apabila tim dokter bisa memberikan pernyataan sehat terhadap kedua calon haji tersebut maka mereka akan diikutkan pada keberangkatan kloter berikutnya.

“Namun, apabila belum juga ada kepastian kondisi kesehatan dua calon haji yang masih dirawat itu sampai pemberangkatan terakhir Kloter 11 Embarkasi Lombok pada tanggal 18 Juli 2019, maka keduanya masuk prioritas keberangkatan tahun 2020,” katanya.

Menurutnya, dua orang calon haji tersebut dinyatakan tunda berangkat karena berdasarkan hasil pemeriksaan tim dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), satu orang terindikasi mengalami gangguan jantung sehingga masih dirawat di RSUP NTB.

Sementara satu lagi terindikasi mengalami depresi berat dan saat ini masih mejalani perawatan intensif di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma, Selagalas, Kota Mataram.

“Kami tidak berani menyebutkan identitas resmi keduanya karena bisa berdampak ke psikoligis mereka, dan kami juga tidak sebut gagal berangkat melainkan tunda. Masalah gagal itu sepenuhnya di tangan Allah,” katanya.

Sementara menyinggung tentang informasi jemaah Kloter 3 yang sudah diberangkatkan ke Madinah pada Selasa (9/7), Buhanul mengatakan, informasi dari petugas semua jamaah dalam keadaan sehat walafiat.

Jamaah asal Mataram, saat ini sedang melaksanaan ibdah arbain, yakni shalat berjamaah di Masjid Nabawi selama delapan hari atau sebelum menuju Tanah Suci Mekkah. Selain itu, jamaah juga sedang melakukan ziarah-ziarah ke Makam Rasulullah SAW, sahabat-sabahat Nabi dan tempat-tempat bersejarah di Madinah.

“Jamaah juga tetap diimbau untuk menjaga kesehatan, apalagi cuaca saat ini di Arab Saudi sudah mencapai 50 derajat. Jadi petugas secara terus menerus mengimbau jamaah agar banyak minum air guna menghindari dehidrasi,” ujarnya. (Ant)