Kepala Daerah di NTB Diminta Antisipasi Virus Corona

Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah. (Inside Lombok/ANTARA/Nur Imansyah)

Mataram (Inside Lombok) – Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah menerbitkan surat edaran kepada para kepala daerah di provinsi itu terkait dengan upaya antisipasi dan peningkatan kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona.

Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Pemprov NTB, Najamuddin Amy, di Mataram, Kamis, mengatakan Surat Edaran (SE) Nomor 443/43/Kesra tertanggal 27 Januari 2020 itu, dilayangkan ke bupati dan wali kota di NTB.

“Iya benar, SE itu ditujukan untuk semua kepala daerah di NTB,” ujarnya.

Ia menjelaskan isi SE tersebut, yaitu fokus terhadap kewaspadaan dini penyebaran virus corona, sehingga masyarakat NTB tetap tenang dan menjaga kesehatan dengan melakukan perilaku hidup bersih serta sehat.

Perilaku hidup besih, dan sehat, antara lain dengan mencuci tangan memakai sabun, mengonsumsi makanan berimbang, melakukan aktivitas fisik, istirahat yang cukup, dan menggunakan masker.

“Jika mengalami demam, batuk, susah bernapas segera ke fasilitas kesehatan terdekat,” kata Najamuddin.

Surat tersebut juga mengemukakan pentingnya masyarakat menyadari penyebaran virus corona di China sebagai kejadian yang tidak dapat diprediksi.

Untuk itu, diminta kepada hotel/penyedia akomodasi di NTB, agar tidak mengenakan biaya pembatalan (Cancellation Fee) terhadap agen perjalanan/wisatawan China yang membatalkan kedatangannya karena alasan penyebaran penyakit tersebut.

“Poin ini, adalah bagi agen perjalanan/wisatawan China yang sudah membayar ‘down payment’ kepada hotel/penyedia akomodasi, dapat menggunakan ‘down payment’ dimaksud untuk kunjungan yang akan datang,” kata mantan Sekretaris Komisi Informasi (KI) NTB itu.

Selain itu, kata dia, diminta semua pihak berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan NTB, sebelum membuat pernyataan-pernyataan terkait dengan pasien-pasien yang menunjukkan tanda-tanda demam.

“Jadi intinya, itu dimaksudkan guna menghindari berita yang kurang tepat, sehingga menimbulkan keresahan dan merugikan NTB sebagai destinasi pariwisata,” katanya.

Surat tersebut, katanya, juga menyebut tentang posko kewaspadaan virus corona.

“Nah, untuk poin yang terakhir, jika memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi posko kewaspadaan virus corona dengan kontak 081 805 787 239, 081 246 8637, 081 237 85 657, atau 085 338 499 101,” katanya. (Ant)