Kesiapan Kamar Jelang Event MotoGP Masih Kurang

30
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi. (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) – Menjelang pelaksanaan MotoGP pada Maret mendatang, Dinas Pariwisata Kota Mataram mulai menyiapkan kamar penginapan untuk para tamu. Saat ini kamar yang sudah tersedia sebanyak 4.730 kamar, baik hotel berbintang maupun non berbintang.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi mengatakan ribuan kamar tersebut masih kurang untuk menampung penonton MotoGP mendatang. Sehingga salah satu BUMN meminta agar bisa menyiapkan rumah warga yang bisa dijadikan penginapan.

“Yang 25 ribu kamar yang diminta sama HIN itu bukan di Kota Mataram, tapi kabupaten/kota yang lain,” katanya. Ia menerangkan, saat ini khusus untuk kamar di hotel berbintang sudah full booking. Berbeda halnya dengan hotel berbintang yang masih menunggu pemesanan kamar.

“Kalau non berbintang masih banyak yang belum berisi. Tapi sudah ada yang mulai nanya-nanya tapi belum booking,” ujarnya. Minimnya pemesanan di hotel non berbintang diklaim karena banyak yang tidak menggunakan aplikasi. Sementara pemesanan yang dilakukan oleh para tamu di hotel berbintang melalui aplikasi. “Yang memesan juga kurang, karena banyak tidak menggunakan aplikasi,” sambungnya.

Untuk meningkatkan pemesanan, lanjut Denny, promosi hotel melati akan ditingkatkan kembali menjelang pelaksanaan MotoGP. Di mana, promosi juga akan dibantu oleh Dinas Pariwisata Provinsi NTB agar bisa lebih maksimal.

“Nanti dibantu sama Dinas Pariwisata NTB dan juga kita minta bantuan HIN untuk promosinya,” tegasnya.

Sementara untuk rentang harga, Denny memastikan akan naik dari biasanya. Namun terkait dengan kenaikan harga yang dilakukan oleh para pelaku hotel belum diketahui secara pasti. Diharapkan, event yang akan digelar tersebut tidak dimanfaatkan oleh pelaku perhotelan untuk menaikkan harga setinggi-tingginya.

“Ini yang masih dibahas dengan Dinas Pariwisata Provinsi NTB dan Dinas Perhubungan, menyampaikan hal yang sama di semua daerah. Regulasi terkait itu kita tunggu agar tidak melewati batas maksimal,” katanya.

Regulasi tersebut, lanjut Denny, untuk mengatur harga penginapan pada event MotoGP. Sehingga walaupun harga sudah dinaikkan tapi masih standar. “Tidak sembarang, memberikan harga kepada konsumen nanti,” harapnya. (azm)