Kisah Mengharukan Kakek Sahnan, Semangat Jualan Buah di Usia 100 Tahun

Kakek Sahnan ketika menunggu pembeli di depan kantor cabang BCA Praya, Jum'at (12/3/2021). (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Masyarakat Lombok Tengah (Loteng) yang sering melintas di jalan raya depan pertokoan Praya pasti tidak asing lagi dengan kakek ini. Ia berjualan buah musiman di depan kantor cabang BCA Praya.

Dia adalah Kakek Sahnan, warga Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara. Usianya kini sudah 100 tahun. Namun demikian, dia tetap semangat untuk berjualan buah-buahan.

Buah yang dijual adalah buahan lokal yang dibeli di pengepul dan kadang merupakan hasil kebun sendiri. Seperti buah alpukat, pisang dan beberapa buah durian.

Jualan buah ditekuni Kakek Sahnan untuk menghidupi diri dan istrinya yang sudah tiga tahun mengalami sakit. Ia tetap semangat, karena ini merupakan satu-satunya pekerjaan yang ia mampu lakukan di usia senjanya.

“Buat makan sehari-hari (hasil jualan),”kata Kakek Sahnan ketika ditemui Inside Lombok, Jumat (12/3/2021) saat menunggu warga yang datang membeli buahnya.

Dia tidak ingin bergantung pada 15 orang anaknya. Apalagi, dia mengaku kalau anak-anaknya memang tidak memperhatikan dirinya dan istrinya di usia mereka yang sudah senja.

“Anak saya rata-rata usaha jadi pengepul buah. Modalnya sampai Rp100 juta,” tuturnya dengan pandangan jauh seolah mengingat kehidupan putra putrinya yang kini sudah berkeluarga dan bahagia.

Adapun dirinya sudah berjualan buah di depan pertokoan Praya sudah sekitar tiga tahun. Pada pagi hari, Kakek Sahnan berjualan buah di depan kantor BCA. Kemudian sore hari, Kakek Sahnan berjualan di seberang jalan.

“Saya datang ke sini pagi jam 7 naik bemo bawa buah-buahan. Kalau pulang jam 5 sore dijemput ojek,”katanya.

Kalau pembeli lagi sepi, hasil jualan yang didapat kadang tidak menutupi biaya ongkos.

“Bayar bemo pulang pergi Rp60 ribu. Makan di sini tiga kali sehari. Anak saya tidak mau mengantar walaupun saya bayar Rp30 ribu. Kadang tidak ada (hasil) jualannya,”tuturnya.

Meski demikian, dia tidak mengeluh. Yang terpenting, menurutnya adalah dia sudah berusaha untuk mencari rizki yang sudah disiapkan Tuhan.

“Yang penting sudah keluar berusaha. Ya ini namanya pekerjaan orang tua (usia senja),”katanya.

Adapun buah-buahan yang dibawanya dari rumah kadang habis dan seringkali masih bersisa. Buah itu kemudian dititip di salah satu rumah makan yang ada di Praya.

Selain itu, buah-buahan jualannya juga dititip di salah satu toko kue yang cukup ramai pembeli. Dengan begitu buah jualannya bisa cepat habis.

“Besok kalau bulan puasa saya jualan di sini. Buah-buahan yang lain saya titip di rumah makan sama toko kue. Kalau banyak terjual dapat untung sampai Rp1 juta,”katanya sumringah.

Kakek Sahnan sudah tekun berjualan buah-buahan sejak usianya masih muda. Sebelum berjualan di Praya, dia sudah berjualan buah-buahan di beberapa tempat.

“Di Labuhan Haji (Lotim) saya jualan 15 tahun. Di Cakra (Mataram) 10 tahun. Di Lembar (Lobar) 15 tahun. Jualan buah alpukat. Dulu di sana belum banyak alpukat,”tuturnya.