26.5 C
Mataram
Sabtu, 7 Februari 2026
BerandaBerita UtamaKLU Upayakan Pembangunan Perguruan Tinggi, Dikpora: Masih Tahap Pembahasan

KLU Upayakan Pembangunan Perguruan Tinggi, Dikpora: Masih Tahap Pembahasan

Lombok Utara (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) tengah mengupayakan pembangunan perguruan tinggi yang dapat memberikan dampak positif bagi kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah. Hal ini sejalan dengan program Bupati dan Wakil Bupati KLU untuk menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) KLU, Adenan mengungkapkan untuk hadirnya perguruan tinggi di wilayah tersebut, baik itu perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta yang dikelola oleh pemerintah daerah. Saat ini pihaknya masih dalam tahap pembahasan dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk menentukan bentuk dan jenis perguruan tinggi yang akan didirikan.

“Kami berharap di Lombok Utara ini bisa berdiri perguruan tinggi negeri atau swasta yang dimiliki oleh Pemda Lombok Utara. Tentu ini masih dalam proses, kami membutuhkan waktu untuk konsultasi dan mencari bentuk yang tepat,” ujarnya, Kamis (6/3). Pendirian perguruan tinggi di KLU memang memerlukan berbagai tahapan dan persyaratan yang cukup rumit. Bahwa prosesnya masih panjang.

Saat ini pihaknya tengah menunggu rekomendasi serta petunjuk lebih lanjut dari Bupati KLU terkait rencana tersebut. “Saat ini masih dalam tahap diskusi. Kami belum bisa memastikan apakah akan berbentuk institut, akademi, atau universitas. Semua itu masih dalam pembahasan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, salah satu hal yang masih dipertimbangkan oleh Pemda KLU adalah apakah akan bekerja sama dengan universitas lain atau membangun perguruan tinggi baru di daerah ini. Untuk itu, pihaknya masih berkonsultasi dengan pihak terkait untuk melihat jenis perguruan tinggi seperti apa yang memungkinkan mendapatkan izin dengan cepat dan tepat, sesuai dengan kebutuhan daerah.

“Untuk mendirikan universitas ada beberapa syarat yang cukup ketat, dan sepertinya kita agak jauh dari itu. Tapi alternatif yang paling memungkinkan adalah dengan mendirikan akademi atau institut,” jelasnya.

Mengenai kesiapan lahan, saat ini Pemda KLU telah menyiapkan sekitar 15 hektare lahan di wilayah Dusun Amor-Amor, Desa Gumantar Kecamatan Kayangan. Dari total tersebut, sekitar 5 hektare telah digunakan, sementara 10 hektare lainnya masih tersedia dan siap digunakan. “Lahan tidak ada masalah, meski kami belum melihat secara riil lokasi yang 10 hektar tersebut. Untuk sementara, lahan yang ada sudah cukup siap,” terangnya

Lokasi pembangunan perguruan tinggi juga menjadi pertimbangan penting bagi Pemda KLU. Meskipun lokasi yang paling strategis berada di Kecamatan Tanjung sebagai Ibukota KLU, mencari dana untuk membeli lahan di kawasan tersebut cukup sulit. Oleh karena itu, Pemda KLU memilih lokasi di wilayah timur, dengan tujuan tidak hanya untuk mendirikan perguruan tinggi, tetapi juga untuk merangsang pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.

“Kami ingin pemerataan pembangunan, jadi wilayah timur dipilih sebagai lokasi pembangunan perguruan tinggi. Selain itu, kami ingin menggerakkan ekonomi di sana,” ungkapnya.

Sementara itu, Pemda KLU sangat optimisme terhadap pendirian perguruan tinggi ini. Pasalnya, dengan keberadaan perguruan tinggi di daerah ini akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas SDM. Serta meningkat. Ini berbagai indikator pendidikan.

Proses pendirian perguruan tinggi ini tentu bukan tanpa tantangan. Pemda Lombok Utara masih harus melalui berbagai tahapan, termasuk pembentukan tim dan koordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti). “Kami sedang berikhtiar untuk mewujudkan ini. Insya Allah, dalam lima tahun ke depan, perguruan tinggi ini bisa terbangun,” pungkasnya. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer