Mataram (Inside Lombok) – Sejumlah ruas jalan yang rusak masih menjadi keluhan masyarakat. Bahkan karena belum ditangani, di beberapa tempat masyarakat mengubah ruas jalan sebagai tempat menanam pohon pisang.
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi NTB, Hamdan Kasim mengatakan perbaikan infrastruktur terutama jalan harus menjadi program prioritas. Pasalnya, akses jalan yang memadai bisa memberikan pelayanan yang cepat bagi masyarakat terutama pelayanan kesehatan.
“Jalan rusak sangat berdampak terhadap akses kesehatan. Misalnya pada saat masyarakat mengalami sakit kritis tentu butuh penanganan cepat. Nah, jalan rusak itu akan sangat menghambat penanganan. Bisa hilang nyawa di tengah jalan,” katanya, Senin (21/4) pagi.
Ia mengatakan, untuk ruas jalan provinsi, Komisi IV DPRD NTB mendorong untuk perbaikan dan tentunya harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. “Tentu kami akan dorong untuk diperbaiki sesuai kemampuan anggaran kita. Berdasarkan surat edaran (SE) mendagri no 900 tahun 2025 salah satu poinnya ialah soal infrastruktur,” ujarnya.
Sementara untuk ruas jalan yang merupakan tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota, DPRD NTB hanya mengingatkan agar perbaikan jalan bisa menjadi perhatian yang serius. “Kemudian, untuk ruas jalan yang statusnya jalan kabupaten kota tentu menjadi domain dan tanggung jawab pemerintah kabupaten kota. Kami hanya bisa mendorong supaya kabupaten/kota memberi atensi lebih terhadap ruas ruas jalan yang mengalami rusak berat tersebut,” tegasnya.
Ditegaskan Hamdan, pemerintah daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota bisa menjadikan perbaikan jalan program prioritas. Karena akses jalan yang bagus bisa berdampak pada banyak sektor tidak hanya mempermudah pelayanan, melainkan juga bisa peningkatan ekonomi masyarakat. “Ini prioritas, karena sangat fundamental,” katanya.
Seperti diketahui, salah satu bentuk protes warga terhadap jalan yang rusak yaitu penanaman pohon pisang di jalan Terong Tawah Lombok Barat. Ruas jalan tersebut rusak parah dan direncanakan akan diperbaiki tahun 2025 ini. (azm)

