26.5 C
Mataram
Kamis, 29 Januari 2026
BerandaBerita UtamaKota Mataram Tanggap Darurat Bencana Sampai Dua Minggu Kedepan

Kota Mataram Tanggap Darurat Bencana Sampai Dua Minggu Kedepan

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram menetapkan status tanggap darurat bencana pasca banjir yang melanda pada Minggu (6/7) sore kemarin. Status ini akan berlangsung selama 14 hari kedepan.

Diketahui, banjir yang terjadi merendam sebagian rumah warga di ibu kota Provinsi NTB ini. “Kemarin status kita darurat. Kalau sekarang sudah bisa lebih landai lagi,” kata Walikota Mataram, Mohan Roliskana, Senin (7/7) siang.

Ia menginstruksikan seluruh kepala daerah untuk turun membantu warga membersihkan lumpur-lumpur di lokasi banjir. Pasalnya, sebagian wilayah di Kota Mataram tertutup lumpur. “Insyaallah besok kita akan selesaikan semuanya,” katanya.

Ia meminta seluruh logistic terutama kebutuhan mendesak untuk segera didistribusikan ke korban banjir. Sebelum didistribusikan akan dikoordinasikan dulu agar kebutuhan warga bisa tersalurkan tepat sasaran. “Berdasarkan permintaan lurah dan camat dan kemudian posko induk akan mendistribusikan,” ujarnya.

Kebutuhan mendesak saat ini yaitu selimut, tempat tidur dan juga pembuatan dapur umum. Di dapur umum nantinya bisa menyiapkan 3-4 ribu bungkus nasi yang akan didistribusikan kepada petugas dan juga korban. “Posko induknya ada di depan pendopo. Termasuk bila ada masyarakat yang ingin memberikan dukungan dan support dalam bentuk kebutuhan pokok bisa diarahkan kesana. Akan pendistribusian bisa di satu tempat,” ujarnya.

Jumlah kepala keluarga yang terdampak yaitu sebanyak 6.700 atau sekitar 30 ribu jiwa. Namun dari jumlah tersebut mengalami kondisi yang berbeda-beda, karena ada yang sudah kembali ke rumah masing-masing. “Ada yang kondisi cukup parah dan ada yang masih bisa kembali ke tempat tinggalnya. Ada yang secara sukarela membersihkan tempat tinggal mereka,” kata Mohan.

Sementara untuk jumlah kerusakan, Mohan menegaskan masih dalam proses pendataan. Jika sudah ada data yang valid maka akan segera diintervensi. Tidak saja kerusakan rumah melainkan juga fasilitas umum salah satunya jembatan. “Rumah-rumah yang terdampak cukup parah, rumah yang rusak itu akan kita intervensi dan lakukan perbaikan. Tapi sekarang masih dalam proses pendataan dulu,” ungkap Mohan. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer