Lombok Tengah (Inside Lombok) – Warga Dusun Montong Razak, Desa Batunyale, Lombok Tengah (Loteng) memasang rambu-rambu dengan meletakkan pohon pisang dan sebuah kardus yang bertuliskan “Jalan Rusak Pemerintah Tidur”. Pasalnya, ruas jalan provinsi yang menghubungkan Desa Batunyala – Sengkol tersebut terkesan diabaikan karena sudah lama bergelombang sehingga mengancam pengendara.
Salah satu tokoh masyarakat, Abdullah Zulfa mengatakan pemasangan plang dan pohon pisang itu merupakan bentuk protes kepada pihak pemerintah yang membiarkan kondisi jalan yang bergelombang. “Ini cara kami menyampaikan kritik pada pemerintah yang membiarkan jalan dengan keadaannya yang begitu (bergelombang, red),” ujarnya kepada Inside Lombok, Selasa (19/11).
Dituturkan Zulfa, bahwa dengan kondisi jalan bergelombang sudah banyak terjadi korban kecelakaan, bahkan saat malam hari jalan tersebut sangat gelap. “Sudah banyak korban kecelakaan, bahkan sampai meninggal juga ada,” tuturnya.
Untuk itu pihaknya berharap, jalan tersebut segera diperbaiki terlebih jalur tersebut juga menjadi akses menuju kawasan pariwisata Mandalika. “Kalau memang belum ada anggarannya untuk diperbaiki, ya pasang rambu-rabu biar orang lewat bisa pelan-pelan dan berhati-hati,” pintanya. (fhr)

