Lebih Dari 107 Ribu Warga NTB Telah Terima Kartu Prakerja

Mataram (Inside Lombok) – Sejak diluncurkan pada April 2020, jumlah warga NTB yang sudah menerima Kartu Prakerja tercatat mencapai 107.100 orang. Didominasi oleh warga dengan usia produktif.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB I Gde Putu Aryadi mengatakan, hingga kini program Kartu Prakerja diakui menjadi satu-satunya program pemerintah yang masuk 10 besar penelusuran terpopuler oleh masyarakat.

“Berdasarkan laporan manajemen pelaksana program Kartu Prakerja 2020 yang dirilis pada website Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, disebutkan bahwa jumlah penerima kartu prakerja selama tahun 2020 sebanyak 5,5 juta orang tersebar di seluruh daerah di Indonesia,” katanya, Rabu (19/5/2021).

“Dari jumlah penerima Kartu Prakerja tersebut, warga NTB yang tercatat sebagai penerima manfaat Kartu Prakerja sebanyak 107.100 orang,” katanya menambahkan

Namun demikian, meski sudah menerima Kartu Prakerja, dalam data yang ada secara spesifik belum menyebutkan jenis kelamin, kelompok umur, dan jenis pelatihan yang diikuti oleh para penerima Kartu Prakerja.

Lebih lanjut Gde menyebutkan, ada delapan jenis pelatihan yang paling diminati oleh para penerima Kartu Prakerja. Di antaranya adalah penjualan dan pemasaran yang meliputi strategi penjualan dan pemasaran digital. Selanjutnya pelatihan terkait gaya hidup seperti membuat masker dan teknik tata rias, belajar bahasa asing, pelatihan memasak, membuat kue, dan barista, hingga pelatihan manajemen tentang bisnis rumahan/UMKM.

Kemudian pelatihan keuangan meliputi pelatihan perencanaan keuangan dan kursus akuntansi dasar. Pelatihan sosial dan perilaku seperti komunikasi dan sukses wawancara kerja serta berbagai macam pelatihan di bidang teknologi informasi dan desaign grafis.

“Untuk besaran total manfaat Kartu Prakerja ini adalah Rp 3.55 juta yang terdiri dari bantuan pelatihan Rp 1 juta, insentif pasca pelatihan selama 4 bulan masing masing Rp 600 ribu per bulan total Rp 2.4 juta dan insentif pasca survei sebesar Rp 150 ribu,” katanya.