Lotim Belum Rampungkan Pembangunan RTLH

Lombok Timur (Inside Lombok) – Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Lombok Timur masih belum selesai. Pembangunan RTLH tersebut ditargetkan rampung bulan Agustus.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Lotim, Sahri mengatakan pembangunan RTLH tersebut akan segera dirampungkan bulan Agustus mendatang. Adapun jumlah rumah tidak layak huni di Lotim sebanyak 322 unit. Progres pembangunannya sampai saat ini mencapai 90 persen.

“Kita akan secepatnya rampungkan pembangunan RTLH tersebut,” ujarnya, di Selong, Kamis (09/07/2020).

Sumber dana yang dipakai dalam progres tersebut yaitu dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Diperkirakan dana pembangunan satu unit rumah sebanyak Rp17.500.000. Dengan rincian Rp15. 000.000 untuk bahan bangunan dan Rp2.500.000 untuk ongkos tukang bangunan.

“Serapan dana pembangunan RTLH sampai saat ini mencapai 50 persen,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pihak Disperkim juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat, Pemprov dan beberapa instansi lainnya. Untuk ikut berperan dalam membantu progres tersebut kepada masyarakat.

“Kami mendapat dukungan dari beberapa instansi seperti DPRD Lotim sebanyak 21 unit dan dari Pemprov sebanyak 233 unit. Namun dikerjakan langsung oleh Pemprov,” jelasnya.

Tak hanya itu, bantuan juga diterima dari APBN yang terdiri dari dua kegiatan. Yaitu kegiatan strategis sejumlah 500 unit dan mendapat tambahan sebanyak 60 unit sehingga menjadi 560 unit. Namun PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) langsung dari pusat.

Sementara RTLH reguler sejumlah 230 unit mendapat tambahan sebanyak 50 unit. Sehingga menjadi 280 unit. Total dari pusat sejumlah 840 unit.

” Data sementara jumlah RTLH sebanyak 1.460 unit,”terangnya.

Pada awal tahun 2020 di 254 desa dan lurah di Lotim. Pihaknya telah meminta kepada desa maupun kelurahan untuk mengajukan usulan data permohonan bantuan RTLH untuk langsung diteruskan kepada provinsi maupun ke Pemerintah Pusat.

“Setelah dana keluar, kita akan lakukan verifikasi kelapangan. Dan kita akan dropping langsung kepada kelompok penerima bantuan yang dibantu oleh fasilitator,” pungkasnya.