Lulusan Poltekpar Lombok Dinilai Masih Sulit Cari Kerja

Kegiatan hearing SPN dengan manajemen Poltekpar Lombok, Senin (11/10/2021). (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok) -Serapan kerja lulusan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok dinilai masih rendah. Kondisi tersebut disampaikan Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN), Jeni MY usai hearing di Kantor Poltekpar Lombok, Senin (11/8).

Meski pihaknya tidak mengantongi data pasti, Jeni menyebut sejumlah lulusan Poltekpar bahkan ada yang bekerja sebagai kuli bangunan karena tidak terserap dunia kerja. Kondisi tersebut dinilai menjadi ironi karena Lombok Tengah memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang diharapkan bisa mendongkrak ekonomi.

Dengan pengembangan pembangunan di Lombok Tengah tersebut keberadaan Poltekpar diniatkan untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten di bidangnya.

“Kalau hanya jadi kuli bangunan, lulusan SD saja bisa. Lalu apa fungsi Poltekpar di Lombok Tengah kalau tidak bisa merubah SDM di Loteng dan tidak bisa bersaing dengan orang luar,” ungkap Jeni.

Pihaknya berharap ke depan Poltekpar bisa menandatangani kerja sama dengan hotel-hotel yang ada di wilayah Lombok Tengah. Kerjasama tersebut dimaksud agar lulusan Poltekpar bisa langsung terserap di hotel-hotel tersebut.

Menurutnya, Poltekpar semestinya bisa membantu SDM yang ada di wilayah Lombok Tengah sehingga bisa bekerja di hotel-hotel yang ada di KEK Mandalika dengan posisi yang jauh lebih bagus. “Contohnya untuk hotel Pullman saja diketahui orang-orang kita hanya kedapatan posisi yang rendah-rendah saja,” katanya.

Menanggapi hal itu, Direktur Poltekpar Lombok, Herry Rachmat Widjaja mengatakan posisi Poltekpar dalam hal ini memang sulit lantaran berfungsi untuk melakukan pendidikan dan juga pelatihan kepada masyarakat.

Akan tetapi, dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar bursa kerja yang akan mempertemukan para lulusan Poltekpar dengan perusahaan maupun hotel yang ada.

“Tanggal 25-26 Oktober nanti kami akan mengadakan bursa kerja untuk menjembatani alumni-alumni yang belum mendapatkan pekerjaan agar bisa memperoleh pekerjaan. Kami akan undang industri,” katanya.

Dikatakan, lulusan Poltekpar saat ini baru dua angkatan. Pihaknya sudah meminta alumni untuk mengisi form kelulusan untuk mengetahui mana yang sudah bekerja dan tidak. Namun, sampai sekarang yang sudah mengisi form baru sekitar 60 orang.

Dengan progres data tersebut pihaknya belum bisa memastikan berapa jumlah lulusan Poltekpar yang sudah terserap dunia kerja.

Dia juga mengatakan, untuk mendukung KEK Mandalika, pihaknya melakukan sejumlah pelatihan di beberapa desa wisata yang ada di Lombok. Antara lain Desa Wisata Tetebatu Lombok Timur, Bonjeruk Lombok Tengah, Sesaot Lombok Barat dan juga satu desa wisata di Lombok Utara.

“Itu kita berikan sejumlah pelatihan seperti pelatihan berbahasa,” jelasnya.