Mataram akan Bebaskan Lahan untuk Titik Kumpul Evakuasi Bencana

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram HM Kemal Islam. (Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram di Nusa Tenggara Barat akan membebaskan lahan untuk membangun titik kumpul evakuasi bencana, utamanya di sekitar kawasan yang kena dampak gempa bumi pada Agustus 2018.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram HM Kemal Islam di Mataram, Minggu, mengatakan pada tahap pertama lahan yang akan dibebaskan untuk membangun titik kumpul evakuasi bencana ada di lingkungan Pengempel Indah.

“Lingkungan Pengempel Indah ini menjadi salah satu kawasan yang terdampak masif gempa bumi, sehingga perlu dilakukan penataan ulang terhadap kawasan tersebut, salah satunya menyediakan fasilitas titik kumpul,” katanya.

Ia mengatakan, lahan yang akan dibebaskan untuk pembangunan titik kumpul evakuasi bencana di Pengempel Indah luasnya sekitar 10 are dan harganya menurut perkiraan harga Rp60 juta per are.

Pemerintah kota telah menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahan tersebut.

“Dalam perencanaan pembangunan titik kumpul, kita akan berkoordinasi dengan BPBD karena terkait dengan kebencanaan, agar titik kumpul yang akan dibangun bisa sesuai konsep penanggulangan bencana,” katanya.

Pemerintah pusat, lewat program Kota Tanpa Kumuh (KotaKu), juga menyediakan dana untuk mendukung penataan Kota Mataram.

Koordinator KotaKu Kota Mataram Hartati sebelumnya mengatakan pemerintah telah mendapatkan bantuan dana Rp11 miliar dari Bank Dunia untuk penataan kawasan yang terdampak masif gempa bumi pada bulan Agustus 2018.

“Dari hasil pendataan, terdapat lima lingkungan yang akan menjadi sasaran penataan kawasan pascabencana,” katanya.

Lingkungan yang teridentifikasi kena dampak gempa bumi Agustus 2018 terdiri atas Pengempel Indah dan Gontoran di Kelurahan Bertais, Tegal dan Jangkuk di Kelurahan Selagalas serta Kamasan di Kecamatan Selaparang.

Penataan kawasan terdampak gempa akan meliputi perbaikan jalan, drainase, instalasi pengelolaan air limbah, dan jamban.

Khusus untuk penataan kawasan Pengempel Indah, pemerintah kota mengimbau warga menyumbangkan sebagian lahan untuk memperlebar jalan ke arah titik kumpul evakuasi bencana. (Ant)