Mengintip Potensi Budidaya Jamur Tongkol Jagung, Omzet Bisa Sampai Jutaan Rupiah

497
Sodri salah satu pembudidaya jamur tongkol jagung Senin, (28/2/2022). (Inside Lombok/Fahri)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Pandemi Covid-19 dua tahun terakhir sangat berdampak terhadap ekonomi masyarakat. Untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup, masyarakat Dusun Prandap Desa Bunut Baok Lombok Tengah, tidak kehabisan akal. Di tengah keterbatasan, mereka memanfaatkan tongkol jagung untuk menghasilkan uang.

Caranya, tongkol jagung tersebut disulap menjadi media tanam untuk jamur. “Saya dan warga di sini akan coba untuk membudidayakan jamur tongkol jagung ini supaya bisa memenuhi kebutuhan setiap hari,” kata Sodri salah satu pembudidaya tongkol jagung, Senin (28/2) pagi.

Ia menuturkan tongkol jagung ini memiliki masa produksi 15-20 hari setiap harinya. “Kalau ukuran lumbungnya (tempat produksi, Red) 1,2 meter x 3 meter, Alhamdulillah kita bisa mendapat keuntungan satu jutaan setiap bulannya,” katanya.

Dia menceritakan, hasil produksi jamur ini pemasarannya masih manual. Di mana hasil budi daya jamur tongkol jagung dijual di pasar Jelojok, Rarang Lombok timur, dan Pasar Renteng.

Lebih lanjut ia menuturkan, sebagian besar warga di Bunut Baok sudah banyak menjadi pembudidaya. Sehingga produksinya semakin banyak dan mulai dikirim juga ke Pasar Bertais Kota Mataram.

Untuk modal awal, para pelaku usaha menghabiskan Rp800 ribu. Biaya tersebut untuk kebutuhan membangun lumbung dan bahan baku. “Saya pesen bahan bakunya di wilayah Lombok timur. Karena ini masih skala dusun, saya pesan 200 karung untuk satu yang truk Rp9 ribu per karungnya,” tuturnya.

Ia berharap dengan membudidayakan jamur ini bisa menjadi sumber pemasukan dan menjadi penopang ekonomi keluarga di tengah sulitnya ekonomi. Khususnya karena pandemi yang berlangsung berkepanjangan. Lebih jauh, ia berharap hasil produksi ini bisa dikemas lebih bagus dan mendapat perhatian pemerintah. (fhr)