26.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaBerita UtamaMenu Makan Bergizi Gratis di Loteng Dinilai Mengecewakan

Menu Makan Bergizi Gratis di Loteng Dinilai Mengecewakan

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Penyaluran menu makan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan ke sekolah-sekolah di Lombok Tengah (Loteng) selama Ramadan ini dinilai mengecewakan dan belum memenuhi standar gizi. Menu itu antara lain terdiri dari roti kemasan, tiga biji kurma, pisang, dan telur puyuh rebus.

“Seharusnya selama puasa ini susu harus ada untuk mengimbangi protein atau melengkapi gizi anak-anak, tapi itu tidak diberikan, sehingga banyak siswa yang mempertanyakan kenapa susu tidak diberikan di menu MBG selama puasa,” Ucap Kepala SMPN 1 Praya Tengah, Majri mengomentari menu MBG tersebut.

Pihaknya mengusulkan kepada pihak penyedia agar menu makanan khusu hari Jumat dialihkan untuk menu hari Sabtu. Karena hari Jumat siswa pulang lebih cepat, sehingga kadang makanan yang diberikan untuk sarapan pagi banyak yang mubazir.

“Kalau dialihkan ke Sabtu bisa dijadikan untuk makan siang. Jumat pulang lebih awal. Kalau tidak begitu banyak yang mubazir. MBG ini hanya diberikan lima kali dalam seminggu,” usulnya.

Ditambahkan, Wakil Kepala Sekolah SMPN 1 Praya Tengah bidang Kesiswaan, Sri Suryaningsih bahwa menu yang sederhana itu kadang tidak dimakan siswa untuk berbuka, karena menu di rumah lebih komplit. Karenanya, makanan yang dibagikan sering ditemukan busuk di kolom meja siswa karena kurang disukai.

“Ada siswa yang tidak puasa karena ada halangan, makanan yang diberikan tidak dihabiskan dan dibiarkan membusuk di kolom meja. Kami berikan saran susu harus ada tiap hari, karena rata-rata siswa suka susu,” imbuhnya.

Pihaknya menilai karena tidak ada susu sehingga menu kurang komplit untuk pemenuhan gizi anak terlebih selama Ramadan. Ia juga mengeluhkan pemberian menu sebelum puasa karena nasi dan lauknya cepat basi kadang nasinya terlalu lembek kadang keras.

“Kalau bisa pendistribusian juga harus tepat waktu saat jam keluar main biar makanan dibagikan langsung dimakan oleh siswa, kadang pengantaran terlambat kadang terlalu cepat, sehingga saat siswa mau makan sudah tidak enak,” tandasnya. (fhr)

- Advertisement -

Berita Populer