Mulai Bulan Ini, Pemkot Mataram Wajibkan PKL Bayar Kebersihan

PKL di kawasan Sweta Kota Mataram. (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) -Pemkot Mataram melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyiapkan aturan penarikan retribusi kebersihan bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Mataram. Aturan tersebut dibuat mempertimbangkan potensi retribusi kebersihan yang cukup besar dari PKL, yaitu mencapai Rp900 juta per tahun.

Kepala DLH Kota Mataram, H. M. Kemal Islam mengatakan kebijakan penarikan retribusi kebersihan bagi PKL akan mulai diberlakukan pada bulan Oktober ini. “Kita akan mulai pungut minggu depan untuk PKL ini. Di manapun berjualan, kita akan pungut,” ujarnya.

Besaran retribusi kebersihan yang ditarik adalah Rp5 ribu per bulan. “Jumlah PKL kita disini sangat besar. Jadi potensinya cukup besar,” imbuhnya.

Untuk memulai kebijakan penarikan retribusi kebersihan tersebut, Dinas LH Kota Mataram sedang mempersiapkan karcis retribusinya. Jika karcis tersebut selesai dibuat, penarikan retribusi kebersihan bagi PKL bisa segera dimulai.

Dengan adanya kebijakan baru tersebut, DLH Kota Mataram sudah melakukan rapat koordinasi dengan stakeholder terkait. Antara lain Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI), pelaku perhotelan, Dinas Perdagangan, Badan Keuangan Daerah, pelaku pariwisata, dan sebagainya.

Diaku Kemal, penarikan retribusi kebersihan bagi PKL ini baru pertama kali dilakukan Pemkot Mataram. Tujuannya untuk memaksimalkan penanganan kebersihan di Kota Mataram dengan jumlah PKL yang terbilang sangat banyak.

Besaran retribusi kebersihan ini berbeda-beda tergantung dari peraturan daerah. Misalnya, mulai dari Rp400 – 150 ribu per bulan. Tahun ini, target retribusi kebersihan di Kota Mataram mencapai Rp6,5 miliar. Hingga triwulan terakhir 2021, capaian retribusi kebersihan tersebut baru 55 persen.

“Sisa waktu dua bulan ini kita maksimalkan lah. Potensi yang besar itu ada pada toko, hotel, restoran. Kalau perumahan sudah bekerja sama dengan PDAM,” ujarnya.

Untuk mengejar target retribusi tersebut, DLH Kota Mataram saat ini akan memaksimalkan di sektor pertokoan, perhotelan dan lainnya. “In ‘ikan’ yang besar-besar potensinya,” pungkas Kemal.