NTB Pamerkan 500 Unit Mesin Buatan Lokal di HUT Kemerdekaan

Mataram (Inside Lombok) – Sebanyak 500 unit mesin hasil tangan kreatif warga Nusa Tenggara Barat sudah siap dipamerkan di STIP Banyumulek, Lombok Barat, pada peringatan HUT Ke-75 RI, Senin.

“Saat ini ratusan mesin terus berdatangan di lokasi pameran. Nanti Gubernur direncanakan akan meninjau lokasi pameran untuk memastikan kesiapan agenda tersebut,” kata Divisi Kerjasama STIP Banyumulek, Sultandri Mujiburrahman, Ahad (16/8).

Ia mengatakan, ada banyak jenis mesin dan non mesin produksi lokal yang akan dipamerkan dalam rangka HUT RI ke 75 itu. Diantara produk lokal yang akan dipamerkan tersebut yaitu motor listrik NgebUTS, mesin cacah sampah, mesin pengering daun kelor, mesin pengolah minyak kelapa, mesin blender maggot, alat cetak gula aren, mesin cetak pelet sampah dan puluhan jenis produk lokal lainnya.

HUT Kemerdekaan tahun ini mengusung tema ‘”Bangga Buatan Indonesia”. Hal ini tentu selaras dengan NTB yang akan meluncurkan gerakan ‘”Cintai, Beli dan Gunakan Produk Lokal NTB’” dengan mendorong lahirnya produk-produk lokal yang berkualitas.

Sejumlah agenda peluncuran juga mewarnai perayaan HUT RI tanggal 17 Agustus di NTB, seperti sepeda motor listrik dan mesin-mesin buatan NTB, program Mahadesa, alat “rapid test” buatan NTB oleh Laboratorium Hepatika Mataram dan
​​​Market Place Pemprov NTB berupa Aplikasi NTB Mall, Lapas yang baru di Kuripan Lobar.

Selain itu penandatanganan prasasti Gedung Layanan Covid-19 dan Trauma Center RSUD Provinsi NTB serta penandatanganan Peraturan Gubernur (Pergub) terkait UMKM.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Hj Nuryanti mengatakan, agenda peluncuran alat dan mesin-mesin buatan NTB sudah siap digelar. Sebanyak 500 alat dan mesin produksi NTB akan dipamerkan di STIP Banyumulek pasca pelaksanaan upacara pengibaran bendera.

Untuk target hingga akhir tahun ini, jumlah mesin yang akan diproduksi akan terus bertambah yaitu sekitar 1.650 mesin bahkan lebih. Sedangkan jenis mesin sebanyak 115 item.

Peranan industrialisasi permesinan begitu krusial dikarenakan industri lain, seperti industri olahan akan sangat diuntungkan dengan hadirnya mesin-mesin.

“Dengan hal ini pula, UKM dan IKM NTB pasca Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang diharapkan dapat terus meningkatkan produktivitasnya,” katanya. (Ant)