Mataram (Inside Lombok) – Provinsi NTB berhasil menurunkan peringkat kemiskinannya, dari posisi kedelapan pada 2023 menjadi ke-12 pada September 2024. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Lalu Gita Ariadi saat mengikuti Rapat Koordinasi Tingkat Nasional Perencanaan Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2025.
Menurut data, persentase penduduk miskin di NTB pada September 2024 sebesar 11,91 persen, menurun 1,00 persen poin terhadap bulan Maret 2024 dan menurun 1,94 persen poin terhadap Maret 2023. Gita menyampaikan bahwa penurunan peringkat kemiskinan ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) untuk meningkatkan pembangunan ekonomi dan mengurangi kemiskinan.
“Kami tidak boleh lengah dan harus terus menjaga momentum agar penurunan angka kemiskinan dapat berjalan lebih cepat,” ujar Gita, (17/3). Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi yang lebih erat antara TKPKD di tingkat Provinsi, Kabupaten, dan Kota di NTB untuk mendorong percepatan pembangunan ekonomi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang Perekonomian & Sumber Daya Alam, Bappeda Provinsi NTB, Iskandar Zulkarnain, menyampaikan bahwa strategi penanganan kemiskinan akan terus difokuskan pada peningkatan pendapat, mengurangi beban pengeluaran, dan mengurangi kantong-kantong kemiskinan. (gil)

