Pandemi, NTB Pastikan Ketersediaan Pangan Masih Aman

Seorang ibu rumah tangga memperlihatkan sayuran yang ditanam dengan sistem hidroponik di pekarangannya di Kabupaten Lombok Barat, NTB. Inside Lombok/ANTARA/Awaludin

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Nusa Tenggara Barat memastikan ketersediaan beragam jenis pangan masih tetap aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama pandemi COVID-19.

“Sesuai data dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, alhamdulillah kondisi ketahanan pangan kita masih aman hingga tiga bulan ke depan, bahkan khusus untuk beras bisa hingga Desember 2020,” kata Kepala DKP NTB, Fathul Gani, di Mataram, Senin.

Ia mengatakan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Pangan NTB untuk melakukan pengawasan di lapangan guna mencegah terjadinya penimbunan kebutuhan pokok, terutama beras, telur, gula pasir dan minyak goreng.

DKP NTB juga tetap memantau kondisi ketersediaan beras di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog). Saat ini, stok beras Bulog NTB sebanyak 65 ribu ton, yang tersebar di Pulau Lombok, dan Pulau Sumbawa.

Fathul menambahkan upaya menjaga ketahanan pangan juga dilakukan dengan menggencarkan gerakan pemanfaatan pekarangan di tingkat rumah tangga, dan rumah ibadah. Hal itu dilakukan karena basis pendekatan ketahanan pangan adalah keluarga.

Pihaknya juga terus membina kelompok-kelompok masyarakat yang mengembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Jumlah KRPL binaan sebanyak 285 yang tersebar di 10 kabupaten/kota di NTB.

“KRPL itu melakukan pembibitan beragaman jenis sayuran kemudian disalurkan kepada anggota kelompok. Satu kelompok terdiri atas 25-30 orang kepala keluarga. Sebagian besar yang mengelola KRPL itu adalah kaum perempuan,” ujarnya.

Mantan Kabag Humas Setda NTB itu menambahkan, pihaknya juga sudah mengadakan gelar pangan murah. Kegiatan yang bertujuan mendekatkan akses pangan murah bagi masyarakat tersebut digelar bekerja sama dengan gerakan Pramuka.

“Upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan dan membantu mendekatkan akses pangan menjadi prioritas pemerintah daerah di masa pandemi COVID-19,” kata Fathul. (Ant)