Mataram (Inside Lombok) – Pawai ogoh-ogoh tahun ini akan berlangsung pada Jumat (28/3) akhir pekan ini. Sebagai salah satu bentuk toleransi, sudah ada aturan-aturan yang harus dipatuhi selama pelaksanaan pawai ogoh-ogoh, karena bertepatan dengan pelaksanaan ibadah salat jumat oleh umat muslim.
Salah seorang Pecalang di Lingkungan Bangbang Kelurahan Cilinaya, Gede Dirgantara Pulasari mengatakan sudah mendapatkan surat imbauan selama pelaksanaan pawai ogoh-ogoh. Meski ada pembatasan, akan tetap dipatuhi untuk menjaga toleransi beragama.
“Kita dari STT Cakra Dharma sudah dapat imbauan dari panitia pusatnya. Pawai ogoh-ogoh itu hari Jum’at kita juga sebagai umat hindu toleransi tinggi kita,” katanya, Senin (24/3) siang.
Ia mengatakan, dalam surat imbauan yang diterima dari panitia yaitu berisi waktu kumpul ogoh-ogoh yaitu mulai 09.00- 11.00 Wita, tidak membunyikan gamelan pada pukul 11.30 – 13.00 Wita, tidak membawa minuman keras, tidak memakai kolahar dan beberapa aturan lainnya, termasuk dilarang meletakkan ogoh-ogoh di atas trotoar. “Kalau jam 11.00 itu sudah tidak lagi ogoh-ogoh yang dibawa kesana. Tidak ada lagi bunyi-bunyian. Itu sudah ada di surat edaran. Kalau sudah ada surat edaran seperti itu kita ikuti,” katanya.
Ruas jalan yang akan dilewati ogoh-ogoh ini terdapat beberapa masjid sebagai pusat pelaksanaan salat Jumat di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center. Untuk saling menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing agama, para peserta ogoh-ogoh diminta untuk mengikuti aturan yang berlaku.
“Setelah shalat Jumat baru kita akan mulai pawainya. Ini tumben hari Jumat dan berdekatan dengan pawai takbiran. Pawai takbiran itu pada saat Hari Raya Nyepi. Tapi kan kita tidak tahu kapan kalau umat muslim ini harus nunggu sidang isbat dulu,” katanya.
Salah seorang perancang ogoh-ogoh, Dewa Tutaq mendukung adanya aturan selama pawai ogoh-ogoh sebagai bentuk toleransi umat beragama di Kota Mataram. “Kita sudah dari dulu tidak ada masalah dan toleransi sudah kuat antara Suku Sasak dan Suku Bali,” katanya.
Selain menjaga toleransi, pawai ogoh-ogoh tahun ini diprediksi akan sangat meriah. Pasalnya, saat ini kawasan Pejanggik sangat ramai oleh pengunjung di pertokoan. “Jadi nanti mereka bisa berbelanja sambal nonton pawai ogoh-ogoh,” katanya.
Tahun ini ogoh-ogoh yang dibuat bertema gatot kaca. Ogoh-ogoh yang berukuran cukup besar itu, menghabiskan anggaran sekitar Rp10 – 15 juta. Anggaran yang digunakan bersumber dari beberapa sponsor dan urunan dengan para pengusaha yang ada di kawasan Cilinaya. “Kalau tahun lalu kita buatnya itu bertema putri. Kita ada tiga sponsor tahun ini,” katanya. (azm)

