Pemerintah Kota Mataram Akan Pantau Mobilitas Warga Selama Lebaran

Posko pemeriksaan penerapan protokol pencegahan COVID-19 di Jalan Panca Usaha, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. (Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram di Provinsi Nusa Tenggara Barat akan mengerahkan petugas untuk memantau mobilitas warga dari sehari sebelum sampai sehari setelah Hari Raya Idul Fitri dan “Lebaran Topat” 1441 Hijriah untuk memastikan warga menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.

“Tim gabungan dari Satpol PP, Dinas Perhubungan Kota Mataram, TNI/Polri, camat, dan lurah juga akan ikut serta dalam pemantauan tersebut,” kata Komandan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram Bayu Pancapati di Mataram, Jumat.

Ia mengatakan bahwa pemerintah kota tidak akan menutup semua jalan, tetapi akan melakukan rekayasa lalu lintas dan membangun pos-pos pemeriksaan.

“Pada posko pemeriksaan, check point, protokol COVID-19 ada petugas gabungan yang siaga dan melakukan pemantauan. Tidak menyetop pengendara, kami hanya pastikan mereka menggunakan masker, kalau tidak pakai masker kita arahkan putar balik,” katanya.

Ia mengemukakan bahwa kesadaran warga menjalankan protokol pencegahan COVID-19 masih rendah dan hal itu antara lain terlihat dari jumlah warga yang kedapatan tidak mengenakan masker saat masuk ke Mataram yang mencapai 1.140 orang menurut data Dinas Perhubungan Kota Mataram.

“Pemerintah pusat memang memberikan relaksasi, tapi jangan seenaknya. Jadi protokol COVID-19 harus tetap diterapkan, salah satunya menggunakan masker,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram M Saleh sebelumnya menjelaskan bahwa pengalihan arus lalu lintas dan pembentukan posko pemeriksaan ditujukan untuk mengendalikan pergerakan warga.

“Pengecualian akan tetap diberikan kepada kendaraan emergency (darurat), logistik dan kendaraan prioritas lainnya,” katanya.

Dia mengimbau warga Kota Mataram mengurangi aktivitas di luar rumah dan merayakan Lebaran di rumah saja guna menghindari penularan COVID-19.

“Mari bersama-sama kita putus rantai penyebaran COVID-19. Jangan sia-siakan perjuangan tim medis dan berikan empati kepada mereka yang sudah bekerja di garda terdepan dengan mengurangi aktivitas di luar rumah,” katanya. (Ant)