Pemkot Mataram Pastikan Peniadaan Perayaan Tahun Baru 2021

71
Rapat koordinasi Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, jelang peringatan Natal dan Tahun Baru 2021, dipimpin Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh. (Foto: Inside Lombok/ANTARA/Kominfo Mataram).

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memastikan berbagai kegiatan perayaan Tahun Baru 2021 di ruang publik ditiadakan, sebagai upaya mencegah penularan dan penambahan kasus positif COVID-19.

“Kami sudah putuskan terkait perayaan Tahun Baru 2021, tidak ada kegiatan di ruang publik serta di tempat umum lainnya dalam bentuk apapun seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh di Mataram, Kamis.

Pernyataan itu disampaikanya saat memimpin rapat koordinasi menjelang peringatan Natal dan Tahun Baru 2021, bersama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat se-Kota Mataram.

Peniadaan perayaan malam pergantian tahun itu, kata wali kota, karena pandemi COVID-19 saat ini masih terjadi. Apalagi, dalam beberapa hari terakhir di Kota Mataram terjadi kasus positif COVID-19 mulai mengalami peningkatan.

Data pada hari Minggu (14/12) kasus positif COVID-19 yang terkonfirmasi sebanyak 16 pasien, kemudian hari Senin (15/12) sebanyak 7 kasus dan Rabu (16/12) sebanyak 3 kasus.

“Peningkatan, jumlah kasus tersebut harus menjadi perhatian bersama, khususnya untuk mengantisipasi peningkatan menjelang peringatan hari Natal dan Tahun Baru 2021,” katanya.

Terkait dengan itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mataram diminta secara tegas untuk terjun langsung memantau penerapan protokol kesehatan COVID-19, saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2021.

Tim gugus harus memantau standar pelaksanaan 3M (mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker), selama peringtan Natal, agar peringatan hari Natal bisa berjalan lancar dan khidmat.

“Begitu juga pada sejumlah objek wisata yang akan menjadi tujuan masyarakat mengisi libur Natal dan Tahun Baru 2021, agar masyarakat disiplin menerapkan 3M COVID-19,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi menyampaikan, secara umum grafik perkembangan COVID-19 di Kota Mataram telah melewati masa puncak pada bulan Juli 2020, kemudian terjadi grafik fluktuatif, namun kondisinya cendrung melandai.

“Kasus COVID-19 ini sangat fluktuatif, dan dalam beberapa hari terakhir terjadi penambahan lagi. Karena itu, kita berharap tambahan kasus bisa menjadi cerminan sebagai langkah antisipasi menjelang peringatan Natal dan Tahun Baru 2021,” katanya. (Ant)