Pemkot Mataram Segera Terapkan Penggunaan Tanda Tangan Digital

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, segera menerapkan penggunaan tanda tangan digital sebagai salah satu inovasi di tengah pandemi COVID-19, sekaligus efisiensi anggaran terhadap penggunaan kertas.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram I Nyoman Swandiasa di Mataram, Kamis, menargetkan, tanda tangan digital itu mulai diberlakukan secara masif sekitar dua minggu ke depan.

“Sekarang kami sedang dalam tahap sosialisasi di semua organisasi perangkat daerah (OPD) termasuk camat dan lurah, sekaligus persiapan perangkat lunak dan keras. Untuk uji coba, sudah kita lakukan kemarin (Rabu, 20/1-2021) bersama sekda,” katanya.

Menurutnya, selain karena sudah ada Perda Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), yang merujuk ke Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) menyebutkan, semua produk yang berbasis IT sah di mata hukum, penerapan tanda tangan digital di Kota Mataram saat ini juga menjadi bagian inovasi di masa pendemi COVID-19.

Pandemi COVID-19 saat ini, lanjutnya, mendorong semua pihak melakukan terobosan dalam pengelolaan pemerintah melalui sistem dalam jaringan (daring), sehingga tidak banyak bersentuhan dengan fisik, termasuk kertas.

Dengan demikian, ke depan, tidak ada lagi petugas yang bolak balik mengantar surat secara berjenjang untuk ditandatangani atau di paraf baik oleh pejabat pemerintah maupun kepala daerah. Cukup melalui aplikasi yang sudah ada.

“Karena itu, melalui penerapan tanda tangan digital ini diprediksi dapat menghemat penggunaan kertas hingga 70 persen,” katanya.

Sementara menyinggung tentang keamanan tanda tangan digital tersebut, Swandiasa menjamin keamanannya tinggi.

Selain itu, pihaknya bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melalui Balai Sertifikasi Elektronik sudah memberikan pendampingan dalam proses penyiapan dan penerapan tanda tangan digital melalui beberapa tahapan di Kota Mataram.

“Karena itu, kami bisa menjamin keamanannya sebab tidak semua orang bisa mengakses. Jika tidak terindentifikasi maka secara otomatis ditolak sistem,” katanya. (Ant)