Pemprov Minta Lingkungan Kantor Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H Lalu Gita Ariadi. (Inside Lombok/ANTARA/Nur Imansyah).

Mataram (Inside Lombok) – Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, H Lalu Gita Ariadi, meminta lingkungan perkantoran baik milik pemerintah maupun swasta untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan guna pencegahan penularan COVID-19.

“Penyebaran COVID-19 bukan saja terjadi pada tempat dan fasilitas umum, namun bisa juga menyasar lingkungan perkantoran. Apalagi informasi dari media COVID-19 sekarang mengganas di perkantoran, ini harus menjadi perhatian serius kita bersama,” kata Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi di Mataram, Jumat.

Menurut dia, saat ini pusat penyebaran COVID-19 sudah mulai menyasar perkantoran. Karena itu, pegawai yang setiap hari bekerja di kantor diingatkan agar tetap berhati-hati.

Bahkan, katanya, beberapa tenaga kesehatan (Nakes) di NTB ada yang terpapar COVID-19 akibat kelelahan menangani pasien serta kurangnya tim medis yang khusus menangani COVID-19.

“RSUD Provinsi NTB merekrut tenaga kesehatan sebagai tenaga tambahan agar mampu menangani penderita COVID-19,” ucapnya.

Untuk itulah, lanjut dia, ada empat poin untuk menekan episentrum COVID-19 di lingkungan perkantoran sesuai imbauan Tim Satgas COVID-19 Nasional. Mulai peserta rapat atau pegawai yang bekerja dipastikan kondisinya dalam keadaan sehat, sehingga thermo gun (alat pengukur suhu tubuh) harus dipersiapkan untuk mengukur suhu badan pegawai yang masuk bekerja atau ikut rapat,” tegasnya.

Kemudian yang kedua, saat rapat semua pegawai harus tetap disiplin menggunakan masker. Selama rapat masker tidak boleh dibuka. Artinya termasuk tidak dianjurkan untuk menyiapkan sajian makan minum.

Point yang ketiga, materi yang disampaikan harus ringkas. Tidak terlalu banyak pembukaan dan sambutan. Tetapi langsung ke poin dan inti rapat “to the point saja,” tuturnya.

Selanjutnya, untuk poin yang ke empat bahwa rapat tidak boleh berlama-lama. Paling lama satu jam dan setelah selesai rapat langsung bubar. Karena kata Sekda ruang tertutup bukan ruang yang sehat selama virus ini ada.

Harapannya ia mengajak semua pegawai perkantoran untuk menjadi terdepan dalam memberi contoh kepada masyarakat. Disiplin bekerja dan beraktivitas dengan menerapkan protokol COVID-19.

Diakuinya bahwa untuk menangani COVID-19 dan dampak sosial maupun ekonominya, APBD telah dilakukan refocusing sehingga ia mengajak instansi vertikal dan daerah untuk sama-sama fokus membantu menggeliatkan ekonomi masyarakat seperti pemberdayaan UMKM atau BUMDes.

Sementara itu, Direktur RSUD Provinsi NTB dr Lalu Hamzi Fikri mengatakan, saat ini masih banyak persepsi masyarakat tentang wabah COVID-19 ini yang dimaknai berbeda. Ada yang tidak percaya, menganggap konspirasi dan lain sebagainya.

“Kalau saya memaknainya COVID-19 sekarang telah menjelma seribu wajah, COVID-19 ini nyata dan bukan konspirasi,” katanya.

Tren ini semakin hari terus bertambah. Belum ada angka penurunan yang terjadi setiap hari. Ada potensi penularan dari orang ke orang. Data terbaru bahwa pasien positif di NTB sebanyak 1.986 orang. Sedangkan angka kematian sebanyak 110 orang.

Menurut dia, COVID-19 ini bisa berakhir apabila semua orang menerapkan disiplin dengan ketat.

“Tergantung kita sekarang, kalau mau COVID-19 cepat berlalu maka disiplin menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan dan jaga kesehatan,” katanya.

Selain itu, ia mengajak semua pihak untuk terus melakukan promosi dan edukasi tentang penerapan protokol COVID-19. Tidak terkecuali semua elemen dari lembaga pemerintah maupun swasta.

“Ini harus gencar kita lakukan,” katanya. (Ant)