Penasihat KKP Menilai Pemkab Lotim ‘Malas’ Maksimalkan Potensi SDA

Lombok Timur (Inside Lombok) – Rokhim Dauhari selaku Penasihat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Bidang Daya Saing SDM dalam kunjungannya menilai Pekab Lotim masih memanfaatkan sebagian kecil potensi SDA yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan IPM daerahnya.

“Lotim masih ‘malas’ hanya memanfaatkan 12 persen dari potensi yang ada,” ucapnya di Kantor Bupati Lotim kepada Awak Media, Kamis (03/12).

Dilihat dari sisi empiris yaitu tambak dan laut, Pemda Lotim baru memanfaatkan 12 persen dari potensi provinsi yang ada. Untuk meningkatkan semangat dari Pemkab Lotim guna semakin meningkatkan pemanfaatan potensi yang ada dengan mengatakan Pemkab Lotim masih ‘malas’.

“Kita cambuk semangat dengan kata ‘malas’ atau di sisi positifnya kata itu bahwa masih banyak ruang yang terbuka lebar,” katanya.

Seperti halnya pemanfaatan tambak, dari potensi yang mencapai 3.900 hektar, akan tetapi Pemda Lotim masih memanfaatkan sekitar 400 hektar untuk membuka lahan tambak.

Dikatakannya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lotim masih rendah, begitu juga dengan angka kemiskinan yang masih tinggi serta pendapatan yang masih kecil. Kata Rokhim, jika potensi tersebut disentuh dengan tangan keras dan otak yang cerdas tapi ikhlas.

“Saya kira dengan begitu Lotim dalam empat tahun ke depan bisa berganti status,” ujarnya.

Untuk memanfaatkan potensi yang ada, Kata Rokhim, ia siap membantu dengan memberikan yang terbaik bagi Pemda Lotim, saat ini perencanaan masih mencapai 50 persen, dan 50 persennya lagi masih implementasi.

“Saya siap membantu Bupati Lotim dengan kelemahan dan kemampuan yang saya punya,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy mengatakan, ia meminta kepada seluruh kepala OPD untuk menyerap dan melaksanakan ilmu yang telah diberikan oleh Penasihat KKP tersebut.

“Kita minta para kepala OPD untuk mengaplikasikannya dalam poin tersebut dengan perencanaan yang konkrit, sehingga pada tahun 2024 nantinya dapat terealisir apa yang kita harapkan,” cetusnya.

Sektor yang paling konkrit saat ini, kata Bupati, yaitu sektor perikanan diantaranya perikanan budidaya dan perikanan tangkap yang baru terserap sebanyak 12 persen. Bupati meminta kepada pihak kementerian untuk mendukung hal tersebut , serta perluasan tambak garam sekaligus industri pergaraman rakyat.

“Itu yang akan kita prioritaskan pada tahun 2021 mendatang,” tutupnya.