Penataan Kawasan Kumuh Karang Tapen di Mataram Akan Dimulai 2021

Arsip Foto. Kendaraan melintas di depan gapura Lingkungan Karang Tapen, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. (Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram di Nusa Tenggara Barat menyatakan bahwa penataan kawasan kumuh di Karang Tapen menjadi kampung sehat dan tangguh bencana akan dimulai tahun 2021.

“Tahun ini kita sudah selesai membuat DED (detail engineering design), sedangkan fisik direncanakan tahun 2021,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram HM Kemal Islam di Mataram, Jumat.

Dana sekitar Rp100 miliar yang dibutuhkan untuk menata kawasan kumuh di Karang Tapen, termasuk membangun instalasi pengolahan air limbah komunal, menurut dia, sudah disiapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Luas (area) yang akan ditata mencapai 15 hektare lebih,” katanya.

Kemal menjelaskan bahwa penataan kawasan kumuh di Karang Tapen akan mencakup pembangunan jalan dan infrastruktur pendukung upaya penyehatan lingkungan seperti saluran drainase.

“Selain itu pelebaran akses jalan serta penataan terhadap sanitasi agar lingkungan tersebut menjadi lingkungan sehat,” katanya.

Menurut dia, rumah-rumah yang tidak layak huni di kawasan itu akan diperbaiki menjadi rumah yang tahan gempa, mengingat Kota Mataram termasuk daerah yang rawan menghadapi gempa.

“Penataan yang akan kita lakukan juga harus mengacu pada kegiatan tanggap bencana,” katanya.

Ia menambahkan, penataan jalan akan dilakukan berdasarkan hasil rembuk warga. “Kita berharap, ketika akan ada pelebaran akses jalan ada swadaya dari warga untuk memberikan lahannya. Ini untuk kepentingan mereka juga,” katanya.

Kemal menjelaskan pula bahwa Kota Mataram memiliki 16 kelurahan yang masuk kategori kawasan kumuh, namun tujuh di antaranya sudah tercakup dalam program kota tanpa kumuh (KotaKu) dari pemerintah pusat.

Tujuh kelurahan yang menjadi sasaran program KotaKu meliputi Kelurahan Dasan Cermen, Cakranegara Selatan Baru, Cakranegara Barat, Rembiga, Dayan Peken, Punia, dan Jempong.

“Jadi masih ada sembilan kelurahan yang perlu kami intervensi agar Mataram bisa bebas dari kawasan kumuh,” kata Kemal. (Ant)