32.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaBerita UtamaPendaki Asal Brazil Ditemukan 500 Meter dari Titik Awal

Pendaki Asal Brazil Ditemukan 500 Meter dari Titik Awal

Lombok Timur (Inside Lombok) – Seorang pendaki asal Brasil JDSP (27) ditemukan oleh tim SAR gabungan setelah dilaporkan terjatuh ke Danau Segara Anak di kawasan Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat. Korban berhasil terpantau menggunakan drone dan tersangkut di tebing batu pada kedalaman ±500 meter. Dan secara visual dalam keadaan tidak bergerak.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menyampaikan bahwa korban berhasil ditemukan pada Senin pagi (23/6) pukul 07.05 WITA, sekitar 500 meter dari titik awal korban jatuh, tepatnya di sekitar area Cemara Nunggal. Dimana, kejadian tragis ini terjadi pada Sabtu pagi, 21 Juni 2025, ketika korban tengah melakukan pendakian menuju puncak gunung.

“Korban berhasil terdeteksi berkat bantuan drone thermal yang digunakan dalam pencarian,” ujar Hariyadi dalam keterangan pers.

Dari hasil pemantauan udara, korban terlihat dalam kondisi tidak bergerak. Tim SAR masih terus berupaya melakukan evakuasi, meski menghadapi tantangan besar akibat medan yang curam dan kabut tebal yang menyelimuti area pencarian.

Dua anggota tim penyelamat langsung dikerahkan untuk mendekati lokasi korban dan menilai kemungkinan pemasangan jangkar penyelamatan. Sayangnya, upaya ini terkendala oleh keberadaan dua tebing menggantung (overhang) yang cukup besar, sehingga pemasangan jangkar tidak dapat dilakukan.

“Petugas kami sebenarnya harus melakukan pemanjatan untuk mencapai posisi korban. Namun, kabut tebal yang menyelimuti area membuat jarak pandang sangat terbatas dan meningkatkan risiko keselamatan. Karena itu, tim penyelamat akhirnya ditarik mundur ke titik yang lebih aman,” ungkapnya.

Proses pencarian dan evakuasi ini melibatkan sejumlah unsur, antara lain Kantor SAR Mataram, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), TNI, Polri, BPBD Lombok Timur, Unit SAR Lombok Timur, EMHC, Damkar, Relawan Rinjani, porter lokal, serta unsur pendukung lainnya.

Upaya penyelamatan masih berlangsung dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi geografis yang berbahaya.

- Advertisement -

Berita Populer