Pendapatan RSUD Praya Menurun 80 Persen di Tengah Pandemi

396
Tampak depan IGD RSUD Praya . (Inside Lombok/dok)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Pandemi Covid-19 membuat pendapatan RSUD Praya anjlok hingga 80 persen. Tahun ini RSUD Praya menargetkan pendapatan sebesar Rp40 miliar. Namun, melihat pasien yang sepi membuat pihak RSUD pesimistis untuk bisa mencapai target tersebut.

“Melorot sampai 80 persen pendapatan. Pokoknya (pendapatan) kita terjun bebas. Sama kondisi kita dengan rumah sakit yang lain. Target Rp40 miliar itu masih jauh tidak bisa dicapai sampai akhir tahun”, kata Direktur RSUD Praya, Muzakir Langkir, Kamis (17/6/2020).

Diakuinya bahwa rumah sakit saat ini menjadi fasilitas kesehatan yang enggan untuk didatangi masyarakat untuk berobat. Lantaran khawatir mereka terpapar Covid-19 atau terkonfirmasi reaktif atau positif Covid-19.

“Masyarakat lebih memilih menahan sakit daripada berobat ke rumah sakit. Image rumah sakit tentang Corona. Jadi mereka tidak berani dirawat di rumah sakit”,katanya.

Dia menyebutkan, jumlah pasien di RSUD Praya saat ini tidak menentu. Kadang ada 15 atau 10 orang pasien. Tidak seperti saat sebelum pandemi Covid-19 melanda. Jumlah pasien sampai 80 an orang per hari.

“Dulu bahkan kita pernah sampai over kapasitas”,ujarnya.

Terkait hal itu, RSUD Praya menekan pengeluaran yang tidak terlalu penting untuk menyikapi anjloknya pendapatan tersebut. Selain itu, pihak rumah sakit akan berinovasi untuk menambah pendapatan rumah sakit.

“Kita akan buat inovasi yang lain sehingga ada pendapatan yang lain”,ujarnya.