Pengerjaan Tambahan Kuota RTLH di Lotim Mencapai 90 Persen

Sekdis Perkim Lotim, Zainul Marjan saat ditemui di ruangannya, Kamis (19/11/2020). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Dinas Perumahan Dan Permukiman (Disperkim) Lombok Timur (Lotim) hampir merampungkan pengerjaan kuota rumah tidak layak huni (RTLH) tambahan dari Pemprov NTB. Kuota tambahan tersebut sebanyak 110 unit, berkat pelaksana terbaik yang diraih Disperkim Lotim

Sekretaris Dinas Perkim Lotim, Zainul marjan mengatakan, bantuan tambahan stimulan perumahan swadaya yang bersumber dari pemerintah provinsi tahun anggaran 2020, mendapatkan tambahan kuota stimulan rumah swadaya sebanyak 110 unit.

Lanjutnya, Kuota penambahan tersebut diterima setelah menyelesaikan 500 unit rumah tidak layak huni yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) strategis. Serta 230 unit yang bersumber dari DAK reguler dirampungkan.

“110 unit rumah tidak layak huni tahun 2020, progres pengerjaan kegiatan ini telah mencapai 90 persen di tiga wilayah desa sasaran,” ucapnya saat ditemui di ruangannya, Kamis (19/11).

Bantuan yang bersumber dari pemerintah provinsi tersebut, dikatakan zainal tersebar di tiga desa yakni Desa Gerung Permai, Pohgading, dan Ketapang Raya. Lebih lanjut dikatakan Zainul, program bantuan yang bersumber dari provinsi juga mendapatkan kuota sebanyak 600 unit yang nantinya akan direncanakan pada tahun anggaran 2021 mendatang.

“Anggaran satu unit rumah masing-masing mendapat Rp17 juta pada anggaran 2021,” jelasnya.

Sementara untuk bantuan tambahan rumah tidak layak huni sebanyak 200 unit yang pernah dijanjikan pemerintah pusat hingga saat ini belum ada kepastian. Pihaknya saat ini sedang menunggu konfirmasi pusat.