Penonton WSBK Mandalika Tembus 51.629 Orang, Sandiaga Uno Targetkan Tahun Depan Bisa Dua Kali Lipat

41
Penonton WSBK yang memadati tribun di sirkuit Mandalika (Inside Lombok/ist)

Mataram (Inside Lombok) – Jumlah penonton gelaran World Superbike (WSBK) 2022 di Sirkuit Mandalika tercatat mencapai 51.629 orang selama tiga hari pelaksanaan, 11-13 November lalu. Jumlah itu memecahkan rekor penonton WSBK terbanyak yang sebelumnya dipegang Sirkuit Silverstone, Inggris.

Melihat capaian itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno menargetkan pada gelaran MotoGP dan WSBK 2023 mendatang jumlah penonton bisa mencapai dua kali lipat, atau sekitar 100 ribu orang.

“Para penonton dari berbagai kalangan yang telah datang ke Mandalika. Semoga tahun depan di ajang MotoGP Mandalika dan WSBK kita dapat menembus 2 kali lipatnya,” ujar Sandi seperti dikutip dari pernyataan resminya.

Ia pun mengapresiasi capaian itu sebagai hasil dari kolaborasi semua pihak. Mulai dari Dorna, MGPA, ITDC, pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah.

Sebagai informasi, WSBK 2022 di Sirkuit Mandalika adalah dua seri terakhir sebelum memasuki ronde penutup di Sirkuit Phillip Island, Australia. Di seri WSBK Mandalika 2022 pembalap Aruba-it Racing Ducati, Alvaro Bautista berhasil mengunci gelar juara dunia WSBK 2022.

Selain itu pembalap asal Turki, Toprak Razgatlioglu dari Tim Pata Yamaha with BRIXX berhasil dua kali menang di sirkuit sepanjang 4,3 kilometer ini. Kemudian ada pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama yang berhasil meraih kemenangan pada race 1 dan 2 Idemitsu Asia Talent Cup.

“Terselenggaranya WSBK 2022 merupakan bukti nyata Gerak Cepat, Gerak Bersama, dan GASPOL (Garap Semua Potensi Online Untuk Lapangan Kerja), yang telah kita lakukan bersama untuk memastikan kesiapan segala aspek, sehingga event kelas dunia ini kembali mengaspal di Indonesia,” lanjut Sandi.

Di sisi lain, digelarnya WSBK 2022 di Sirkuit Mandalika disebutnya turut memberi dampak pada geliat produk-produk ekraf yang dipamerkan melalui stan-stan UMKM yang ada, baik di dalam maupun di luar sirkuit.

“Dengan event sepopuler WSBK ini, saya berharap aktivitas parekraf di Lombok dan Indonesia secara luas dapat bangkit kembali,” tandasnya. (r)