Lombok Tengah (Inside Lombok) – Jalan rusak parah di depan Pasar Renteng Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sering dikeluhkan pengendara. Perbaikan jalan tersebut direncanakan tahun 2025 ini.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Tengah, Lalu Rahadian, mengatakan pihaknya sudah melaporkan kerusakan ruas jalan Wakul- Ketejer tersebut kepada Dinas PUPR Provinsi NTB. Karena ruas jalan itu merupakan kewenangan Provinsi NTB.
“Itu akan dikerjakan tahun ini. Kemarin sudah disurvei dan sekarang mereka sedang menyusun Detail Engineering Design (DED),” ujarnya, Kamis (26/6).
Ia mengaku belum mengetahui secara detail apakah ruas jalan tersebut akan diperbaiki seluruhnya atau tidak. Mengingat kerusakan yang terjadi tidak sepanjang jalan itu.
“Itu memang tergantung dari DED, kalau kita melihat kondisi jalan itu kan memang tidak semua rusak, kerusakannya kan dibeberapa lokasi saja,” imbuhnya.
Kendati demikian Rahadian mengaku tidak mengetahui secara pasti penyusunan DED oleh PUPR Provinsi NTB membutuhkan waktu berapa lama. Karena Pemda Lombok Tengah tidak berhubungan langsung dengan konsultan.
“Kita tidak tau berapa lama prosesnya, kita memang sudah koordinasikan tapi kami tidak bertanya sedetail itu,” tandasnya.
Terkait dengan kondisi jalan, Kepala Lingkungan Renteng, Pendi Pradana, menuturkan pasar renteng menjadi pusat aktifitas masyarakat. Pedagang di pasar Renteng datang dari berbagai daerah seperti dari Lombok Timur, Lombok Barat, bahkan kota Mataram. Selain jalan, ia juga mengeluhkan penerangan jalan umum (PJU) yang minim karena akan membahayakan pengendara.
“Jalan itu bukan digunakan oleh warga renteng saja tapi banyak pedagang dari darah lain, kami mohon kepada pak Gubernur Lalu Muhammad Iqbal untuk di atensi perbaikan jalan dari perempatan Kampus IPDN ke timur khususnya di depan pasar renteng untuk di perbaiki karena jalanya sudah sangat parah,” katanya.
Selain itu, ia juga menyentil para pemilik toko yang memasang beton di atas drainase. Tindakan yang dilakukan menyebabkan tersumbatnya aliran sungai akibat sampah dan tidak bisa diangkat dengan mudah. Jika debit air tinggi, maka akan meluap.
“Itu juga tolong di atensi, tolong juga buatkan drainase di sebelah selatan itu juga,” imbuhnya.
Pendi berharap suara dari masyarakat bisa didengar lansung oleh Gubernur Iqbal. Serta memperhatikan kondisi jalan provinsi ini apalagi beliau merupakan putra daerah Lombok Tengah.
“Terutama kalau beliau pulang kerumah kan lewat jalan itu, masak begitu rupa jalan kita,” tandasnya.

