25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaBerita UtamaPeringatan 1 Muharram 1447 H di Lotim, Dimeriahkan Dengan Parade 1.447 Dulang

Peringatan 1 Muharram 1447 H di Lotim, Dimeriahkan Dengan Parade 1.447 Dulang

Lombok Timur (Inside Lombok) – Pawai alegoris peringatan tahun baru islam 1 Muharram 1447 H di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dimeriahkan dengan adanya parade 1.447 dulang merah dari Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela.

Pawai alegoris yang dilaksanakan pada Kamis (27/06/2025) tersebut diikuti oleh puluhan kontingen yang terdiri dari semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi lintas sektor, sekolah, relawan, masyarakat, dan lainnya. Itu dilakukan untuk menyambut pergantian tahun islam yang dikenal dengan Hijriah (H).

Bupati Lotim, H. Haerul Warisin mengatakan sangat bersyukur dengan sukses terselenggaranya pawai alegoris sebagai kegiatan pembuka dalam memeriahkan tahun baru islam. Ucapan terima kasih kepada seluruh warga Desa Pengadangan yang telah ambil bagian dengan menurunkan ribuan dulang sebagai bentuk kearifan lokal yang ada di Lotim.

“Saya sangat berterima kasih sekali kepada warga Desa Pengadangan yang telah ikut andil dalam pawai sekaligus ikut dalam melayani kita dengan dulangnya,” ujar Bupati usai pawai.

Tanggal 1 muarram sengaja dibuat secara meriah agar peringatan hari besar islam tak tergerus oleh peringatan tahun baru masehi. Sehingga nantinya tahun baru islam juga betul-betul dirasakan oleh umat muslim yang ada di Lotim untuk lebih mencerminkan religiusnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Pengadangan, Amrul Arahap mengatakan sesuai dengan hajat dari Bupati dan Wakil Bupati Lotim. Kegiatan parade 1.447 dulang yang sesuai dengan jumlah tahun baru dalam kalender islam tersebut untuk merepresentasikan sinergi harmoni antar semua pihak.

“Kita ingin merepresentasikan sinergi harmoni antara Bupati dan Wakil Bupati dengan semua OPD untuk bergerak selaras dalam memajukan Lotim,” ungkapnya.

Dalam parade dulang tersebut terdiri dari berbagai unsur mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemerintahan. Menurut Amrul simbol dari tiga hukum untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, maju, adil, dan makmur.

Dalam parade itu juga disertai dengan proses pengalungan kepada Bupati dan Wakil Bupati oleh tiga unsur yang mengikuti parade. Kemudian bersama – menuju ke Masjid Al- Mujahidin Selong untuk menunaikan doa bersama yang disambut oleh masyarakat umum.

“Itu ada filosofinya yakni Memanoang (mengantarkan-red) yang menyimbolkan bahwa Bupati dan Wakil Bupati menjadi pelayan masyarakat yang mengajak semua jajarannya untuk bergerak selaras dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Disebutkannya, parade kali ini memiliki multiflier effect yang sangat berasa bagi masyarakat Pengadangan. Di mana parade yang dibiayai oleh Pemerintah Daerah Lotim tersebut berhasil meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Pengadangan sendiri.

Menurut Amrullah, dengan biaya yang diberikan dapat menggerakkan roda perekonomian dengan membeli makanan sebagai isian dulang. Seperti ketupat, pisang, sate, beras, dan lainnya yang berjumlah ribuan.

“Ini menggerakkan ekonomi kami dengan membeli 9.000 sate, 9.000 ketupat dan isian lainnya kepada masyarakat kami,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer