Petani di Loteng Diimbau Percepat Tanam Padi Pasca Panen Raya

Seorang warga di desa Dakung sedang panen raya padi, Minggu (21/3/2021). (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Dinas Pertanian Lombok Tengah (Loteng) mengimbau petani untuk melakukan percepatan tanam atau menanam padi lagi pasca panen raya ini.

“Sekarang ini sudah ada petani yang sudah mulai melakukan penyemaian benih. Kita maunya dipercepat tanamnya,” kata Sekretaris Dinas Pertanian Lombok Tengah, Taufiequrachman akhir pekan ini di Praya.

Potensi gagal panen karena kekeringan pada Musim Tanam (MT) II tahun ini diperkirakan akan sangat kecil. Pasalnya, tahun 2021 ini NTB masuk fenomena alam kemarau basah. Sehingga petani bisa menanam padi.

“Karena fenomena La Nina. Ini perkiraan kami sekarang perkiraan curah hujan 1.200 mm (per tahun). Itu 1.200 kalau musim kemarau sama kayak musim hujan. Kalau musim hujan itu kan lebih dari 1.200 itu,”terangnya.

Karenanya, air irigasi diperkirakan tidak akan menjadi persoalan pada musim tanam ke dua ini. Selama dipastikan sumber air lancar. “Kalau be irigasi teknis Insya Alloh tidak ada masalah,”katanya.

Akan tetapi, bagi petani yang sudah terbiasa menanam tanaman lain selain padi di musim tanam kedua dan ketiga, tidak akan terlalu berpengaruh atas kemarau basah ini.

Kecuali kalau petani tersebut memang gagal panen di tahun sebelumnya. Adapun kondisi saat ini seperti rilis dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), NTB tahun ini mengalami kemarau basah.

“Artinya musim kemarau tapi air tetap tersedia. Ini biasanya terjadi satu kali dalam setahun. Tahun besok itu udah balik lagi El Nino,”jelas Arman.