Petani Meringis: Harga Tomat Anjlok, Tak Tembus Seribu Rupiah

Petani tomat saat mengumpulkan hasil panennya, Selasa (12/10). (Inside Lombok/M. Deni Zarwandi)

Lombok Timur (Inside Lombok) -Harga hasil panen yang terus mengalami penurunan membuat petani tomat di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) meringis. Pasalnya, sampai hari ini harga tomat petani yang dibeli pengepul tak sampai Rp1000 per kilogramnya.

Salah seorang petani di Desa Aik Dewa, Kecamatan Pringgasela, Lotim, Saepuddin Zohri mengeluh akibat harga hasil panen tomatnya tak bisa tembus Rp1000 di pengepul. Pasalnya harga di pasaran juga mengalami penurunan yang sangat signifikan.

“Sekarang kita petani tomat tidak bisa berbuat banyak. Harga di pasaran anjlok dan kita (petani) mengalami kerugian,” jelas Saepuddin kepada Inside Lombok saat ditemui di kebunnya, Selasa (12/10).

Sebelumnya, harga tomat pernah mengalami kenaikan mencapai Rp25 ribu per kilogramnya. Tetapi saat ini anjloknya harga di pasaran membuat petani mulai mengeluh. Sehingga petani tidak lagi menjual dengan harga per kilo kepada pengepul, melainkan dengan sistem borongan yang dihitung per keranjang.

“Harga tomat yang merosot tentu membuat kita merugi. Jangankan dapat untung, modal pun tidak bisa balik,” keluhnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Saepuddin meminta pemerintah, khusunya Pemkab Lotim untuk membantu petani menstabilkan harga. Dengan begitu petani tidak lagi merasakan kerugian yang sangat drastis. Terlebih lagi perawatan ekstra yang dilakukan tidak sebanding dengan apa yang didapatkan.

“Pemerintah coba lah bantu kita untuk normalisasi harga tomat. Jangan dinaikkan begitu drastis dan jangan juga semurah ini harganya. Minimal ada kenaikan Rp1000 – 4000 per kilogramnya. Kalau sekarang harganya cuma Rp700 per kilogram, bagaimana modal bisa balik,” ujarnya.

Petani lainnya, Zainuddin mengaku mengalami hal serupa. Di mana saat ini ia tidak bisa berbuat banyak, selain menjual tomat hasil panen dengan harga murah kepada pengepul.

Menurutnya tidak ada cara lain untuk memperkecil kerugian selain menjual murah tomat hasil panen. “Hanya dengan menjual murah yang bisa kita lakukan untuk sedikit memperkecil kerugian,” jelasnya.