Home Berita Utama Polda NTB Cek Pasar Bawang Putih Impor

Polda NTB Cek Pasar Bawang Putih Impor

Mataram (Inside Lombok) – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB), bersama Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan NTB mengecek stok pasar bawang putih impor yang menurut kabarnya telah masuk dari Pulau Jawa.

“Jadi kabarnya stok impor, masuknya hari ini. Karena itu, bersama tim satgas pangan, kita turun ke pasar-pasar untuk mengecek stok dan harganya,” kata Kasubdit I Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Feri Jaya Satriansyah di Mataram, Selasa.

Menurut kalkulasi pemerintah daerah, dijelaskan bahwa stok impor yang masuk ke NTB sudah dapat menyuplai kebutuhan masyarakat selama bulan puasa.

“Ini kan bertahap (distribusi bawang putih impor), bahkan mungkin stok akan terus bertambah,” ujarnya.

Karena itu, tambah dia masuknya stok impor ke NTB menjadi solusi pemerintah dalam mengatasi kelangkaan barang yang berdampak pada kenaikan harga sampai Rp100 ribu perkilogramnya.

“Pasti itu akan pengaruh, harga yang sekarang tinggi, pasti akan turun perlahan,” ucapnya.

Selain bawang putih, komoditas bahan pokok yang juga menjadi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa turut menjadi sorotan tim satgas pangan. Komoditas tersebut antara lain, cabai, telur dan daging sapi.

Dari pantauan Selasa pagi, di Pasar Kebon Roek, Kota Mataram, NTB, tidak sedikit para pedagang menjual bawang putih jenis impor, yang struktur umbinya lebih berisi dibandingkan barang lokal.

Namun harga jual bawang putih di salah satu pasar induk NTB ini tidak selalu dilepas dengan harga Rp100 ribu. Bila direntang hargakan, bawang putih mulai terjual di kisaran Rp75 ribu perkilogramnya.

Untuk mengatasi lonjakan harga bawang putih di pasar, Dinas Perdagangan NTB telah memesan sebagian kuota bawang putih impor nasional yang kabarnya datang dari Tiongkok sebanyak 84.000 ton.

Masuknya bawang putih produk Tiongkok ini merupakan realisasi dari persetujuan impor yang diberikan Kementerian Perdagangan kepada importir dengan total volume 115.000 ton.

Dengan adanya pasokan impor, Kepala Dinas Perdagangan NTB, Putu Selly Andayani berharap harga pasar bawang putih yang saat ini sudah tergolong mahal, bisa kembali normal. (Ant)