Polres Mataram Bubarkan Balap Liar, Pelaku Kebanyakan Orang Luar Kota Mataram

Mataram (Inside Lombok) – Tim Patroli Polres Mataram membubarkan aksi balap liar di sekitar wilayah hukum Polres Mataram, Minggu (07/07/2019) sekitar pukul 02.00 Wita. Lokasi balap liar yang menjadi sasaran adalah di Jalan Udayana dan Bundaran Jempong.

Kanit Patroli Polres Mataram, IPDA Kisman, menerangkan bahwa patroli tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat sekitar yang merasa terganggu dengan kativitas balap liar tersebut. Balap liar sendiri kerap dimulai dari pukul 02.00 – 03.00 Wita.

“Kita selau berusaha jam 2 jam 3 itu untuk patroli karena cukup meresahkan warga di sini,” ujar Kisman, Minggu (07/07/2019) saat ditemui di lokasi pembubaran balap liar.

Puluhan motor beserta pelaku balap liar berhasil diamankan dalam proses pembubaran itu. Tim Patroli sendiri sempat melepaskan tembakan ke udara guna memberi peringatan.

Selain itu, berdasarkan hasil introgasi para pelaku maka diketahui bahwa sebagian besar pelaku merupakan warga luar Kota Mataram. Para pelaku tersebut datang khusus ke Kota Mataram untuk berkumpul dan melaksanakan balap liar.

“Kita sudah tanya juga tadi, bukan warga di sini (Kota Mataram, Red). Kebanyakan dari Lombok Tengah, bukan warga Mataram. Hanya sebagian kecil dari Mataram,” ujar Kisman.

Kisman sendiri menerangkan bahwa dua lokasi penggerebekan tersebut memang sering dijadikan lokasi balap liar. Pihaknya sendiri berharap dengan diadakannya patroli rutin ini kegiatan tersebut agar dihentikan sama-sekali agar memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat sekitar lokasi.

Untuk motor dan pemiliknya yang terjaring sendiri akan diperiksa kelengkapan surat seperti STNK dan SIM. Bagi yang tidak memiliki surat-surat tersebut akan dibawa ke Polres Mataram untuk dimintai keterangan.

“Kita akan bawa ke Polres Mataram, kemudian orang-orangnya agar dia membuktikan bahwa motor itu ada di Polres Mataram. Supaya jangan dikiria kita bawa kemana motornya,” ujar Kisman.

Selain itu, para pelaku yang terjaring juga diberikan tindakan khusus untuk memberikan efek jera. Yaitu diminta berbaris kemudian melaksanakan push-up dibawah pengawasan tim pengaman.