Produksi Cepat Membusuk, Harga Cabai Memanas

61
Pedagang cabai di Pasar Mandalika Kota Mataram. (Inside Lombok/ist)

Mataram (Inside Lombok) – Sejak beberapa hari terakhir harga cabai rawit merangkak naik. Kenaikan salah satu komoditas pertanian tersebut disebabkan karena produksi cabai yang mudah busuk dan berdampak pada persediaan yang berkurang.

Kepala Pasar Mandalika Kota Mataram, H. Ismail mengatakan sejak awal pekan kemarin harga cabai rawit di pasar induk tersebut sudah mulai naik. Di mana, harga cabai rawit mencapai Rp32 ribu per kilogram. Hingga Jumat kemarin harganya bahkan meningkat menjadi Rp45 ribu per kilogram.

“Kemarin sempat turun hari Rabu itu dengan harga Rp 28 ribu per kilogram, tapi sekarang naik lagi ini harganya,” katanya.

Cepat membusuknya produksi cabai tersebut tambah H. Ismail, karena musim hujan yang mulai terjadi. “Ini kan musim hujan. Produksi cabainya itu keburu busuk di pohonnya. Jadi yang dibawa ke pasar tidak sebanyak yang kemarin-kemarin,” ujarnya.

Untuk menghindari kerugian, para petani tidak berani untuk menyetok dalam jumlah banyak. Karena cabai tersebut cepat membusuk. Saat ini yang bisa mereka sediakan yaitu kurang dari satu ton. “Kalau dulu sampai lebih dari satu ton pedagang ini siapkan,” katanya.

Sementara untuk komoditas pertanian yang lain lanjut H. Ismail, belum ada lonjakan harga seperti cabai. Misalnya untuk tomat masih normal yaitu sebesar Rp6 ribu per kg. Sedangkan untuk bawang merah yaitu sebesar Rp17 ribu per kg dan bawang putih Rp22 per kg.

Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, H. Mutawalli akan meminta tim untuk melakukan pengawasan di lapangan terkait lonjakan harga cabai tersebut. Karena saat ini, belum ada laporan yang diterima. “Nanti coba saya turun ke pasar untuk memantau harga,” pungkasnya. (azm)