Produksi Gabah di Lotim Stabil Meski Curah Hujan Tinggi

Lombok Timur (Inside Lombok) – Adanya intensitas curah hujan yang cukup tinggi dan berlangsung lebih lama dari biasanya, membuat sebagian wilayah menjadi gagal panen. Kendati demikian, berbeda dengan wilayah Lotim meskipun ditimpa oleh curah hujan yang cukup tinggi, hasil gabah pertanian masih stabil.

Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dan Hortikultura Dinas Pertanian Lombok Timur, Neny Yuliawati mengatakan, adanya intensitas curah hujan beberapa waktu terakhir di Lotim, tidak membuat minat masyarakat untuk menanam padi menjadi surut. Bahkan produksi gabah yang dihasilkan oleh para petani membuat stok gabah Lotim menjadi stabil.

“Stok gabah stabil berdampak juga pada harga beras yang ikut stabil,” ucapnya kepada awak media di ruangannya, Jumat (05/03/2021).

Neny juga menyampaikan, dengan kondisi curah hujan yang panjang mengakibatkan sejumlah petani di Lombok Timur banyak yang memilih menanam padi dibandingkan dengan komoditi lainnya. Pasalnya pada musim penghujan tanaman holtikultura mudah mengalami kerusakan.

“Kita masih jadi daerah dengan penghasil beras terbesar di NTB,” ujarnya.

Dikatakan Neny, sebenarnya saat ini sudah memasuki masa penutup tanam berdasarkan periode yang berlangsung. Akan tetapi berdasarkan yang terjadi di lapangan, saat ini para petani mengalami dua periode musim yaitu musim tanam dan panen.