24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaBerita UtamaProyek Marina Bay City Rp90 Triliun Ramai Dibicarakan, Pemprov NTB Belum Ada...

Proyek Marina Bay City Rp90 Triliun Ramai Dibicarakan, Pemprov NTB Belum Ada Informasi

Mataram (Inside Lombok) – Investor asal Australia dikabarkan akan membangun proyek bernama Marina Bay City di Kawasan Selatan Lombok. Nilai investasi proyek ini sangat besar yaitu mencapai Rp90 triliun. Kendati, informasi terkait investasi besar yang disebut tengah berjalan pembangunannya itu disebut belum masuk ke stakeholder terkait di jajaran Pemprov NTB.

“Tidak ada informasi apa-apa. Itu berita-berita sama kayak yang kemarin pulau dijual. Tidak ada informasi apa-apa,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB, Eva Dewiyani.

Ia mengatakan belum mendapat informasi terkait rencana pembangunan mega proyek tersebut. Bahkan dua investor yang akan menanamkan investasinya itu belum ada mengurus izin di Pemprov NTB. “Tidak ada. Kalau dia modelnya investor asing itu kan ada di pusat. Kemarin saya cek tidak ada informasi,” katanya.

Salah satu investor  tersebut adalah Adrian Campbell. Ia berencana membangun proyek dengan nilai investasi mencapai 6 miliar dolar AS atau setara Rp90 triliun. Ditegaskan Eva, setiap aktivitas penanaman modal yang dilakukan oleh siapapun harus mengurus izin sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pasalnya, setelah diterapkannya Undang-Undang Cipta Kerja dan peraturan turunannya, sistem perizinan berusaha di Indonesia telah berubah menjadi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko melalui sistem Online Single Submission (OSS).

“Belum ada pengurusan izin apa pun, nggak ada, nggak ada izin, kemarin saya cek di teman-teman bidang, kalau ada PMA yang menanam modal di NTB, pasti Pemprov dikabari. Tapi ini tidak ada,” ungkap Asisten III Setda NTB ini.

Menurutnya, pemberitaan investasi seperti ini dinilai sudah biasa. Ia mengimbau kepada masyarakat untuk bisa memilih berita yang benar. “Memang seperti itu sudah biasa. Masyarakat harus pintar memilih berita dan kita kembalikan kepada masyarakat,” katanya.

Dikutip dari EdTimes dan situs resmi, mega proyek smart city rencananya akan dibangun di pesisir selatan Pulau Lombok. Kawasan elit yang akan akan diberi nama Marina Bay City itu pun digadang menjadi yang terbesar di Indonesia Timur.

Proyek ini digagas oleh dua pengusaha asal Australia, Jamie McIntyre dan Adrian Campbell. Nilai proyeknya pun tak tanggung-tanggung, yakni mencapai Rp90 triliun atau setara USD 6 miliar. Membawa konsep “Next Dubai Meets Bali”, kawasan smart city ini hendak memadukan keindahan pantai berpasir putih di Pulau Lombok dengan kemewahan fasilitas kota yang futuristik, sehingga bisa menjadi pusat hunian, pariwisata, dan gaya hidup tropis yang mengandalkan teknologi tinggi. Utamanya, kawasan ini menyasar ekspatriat Australia, Eropa, hingga Amerika Serikat.

“Kami melihat tren global: banyak orang ingin keluar dari negara mahal dan penuh aturan. Marina Bay City adalah jawabannya, kota yang bebas, aman, dan penuh peluang,” kata Jamie McIntyre Dikutip dari EdTimes dan situs resmi proyek.

Fase awal proyek ini meliputi penjualan villa dan pusat komersial. Pengembang juga berencana mengeksplorasi properti tokenisasi, konstruksi ramah lingkungan, dan program hunian digital. “Ini lebih dari sekadar properti. Ini adalah awal yang baru bagi orang-orang yang siap untuk hidup dan berinvestasi sesuai keinginan mereka,” ujar Campbell.

Terpilihnya Lombok sendiri bukan tanpa alasan. Menurut pihak pengembang, Lombok yang sering dianggap saudara Pulau Bali saat ini telah berkembang pesat, terutama berkat investasi infrastruktur besar dan dukungan pemerintah.

Mulai dari hadirnya Bandara Internasional, Sirkuit Mandalika, dan lainnya, serta dukungan keindahan alam dan biaya pembangunan yang lebih rendah menjadikan Pulau Lombok sebagai tempat ideal untuk pembangunan proyek jangka panjang dan berkelanjutan ini. Melansir dari situs resmi proyek, konstruksi untuk Marina Bay City itu pun telah dimulai, dengan permintaan awal dari investor yang juga terus meningkat. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer