Pulau Kenawa Terbakar Akibat Kembang Api Wisatawan

Kondisi Pulau Kenawa pascakebakaran yang terjadi pada Sabtu (30/6) dinihari. (Inside Lombok/IST)

Taliwang (Inside Lombok) – Pulau Kenawa merupakan salah satu destinasi wisata andalan di NTB, khususnya di Kabupaten Sumbawa Barat. Setiap akhir pekan, setidaknya ada 400 hingga 500 wisatawan yang datang dan mendirikan tenda. Hal nahas terjadi pada Sabtu pagi, sebagian kawasan Pulau Kenawa habis dilalap api. Penyebabnya diduga karena adanya pengunjung yang membakar kembang api sebagai pemicu kebakaran.

“Hal ini sangat kita sesalkan. Ini memang bukan yang pertama terjadi di Kenawa, tapi ini yang paling parah. Meskipun yang kena bakar hanya yang di bukit saja,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sumbawa Barat IGB Sumbawanto, Sabtu (30/6).

Kronologis kejadian, sekitar pukul 20.00 WITA pada Jumat (29/6), seorang pengunjung tak dikenal membakar kembang api di Pulau Kenawa. Kejadian berlangsung cukup cepat, satu jam saja api sudah mulai menyebar. Karena letak kebakaran yang tidak dekat dengan pantai cukup membuat pengunjung lainnya kesulitan memadamkan api.

Suasana kepanikan dari pengunjung yang juga berusaha memadamkan api yang semakin melebar.

Pada pukul 23.30 Wita di hari Sabtu (30/6) api berhasil dipadamkan menggunakan alat seadanya. Hal ini tentu saja akan mengurangi keindahan panorama Pulau Kenawa. Apalagi posisi bukit yang terbakar merupakan salah satu spot foto yang paling banyak dijadikan sebagai latar mengambil gambar oleh wisatawan.

“Kejadian ini membuat Pokdarwis yang ada di sana kembali merancang beberapa aturan. Kemungkinan nanti akan ada aturan tidak boleh membawa petasan atau kembang api ke Kenawa,” ujarnya.

Selain itu, akan ada lokalisasi tempat mendirikan tenda bagi para pengunjung. Kemungkinan akan dilakukan di sekitar pesisir pantai. Sehingga wisatawan tidak dapat lagi membangun tenda di sembarang tempat di Pulau Kenawa.

“Biar teratur saja dan pemandangannya juga bisa bagus kalau tempat mendirikan tenda diatur,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga saat ini tengah mencari pelaku yang membakar kembang api dan menyebabkan kebakaran. Hingga berita ini ditulis, pihaknya belum menemukan identitas pelaku.

Namun demikian, ia mengatakan bahwa calon wisatawan tidak perlu khawatir akan keindahan Pulau Kenawa. Sebab dalam waktu tiga hingga satu minggu, rumput-rumput di Kenawa akan tumbuh kembali.

“Dulu pernah kejadian, itu tiga hari saja sudah tumbuh rumputnya. Jadi kepada calon pengunjung yang akan datang, tidak perlu khawatir, karena rumput di Kenawa itu cepat tumbuh. Selain itu, yang terbakar juga tidak banyak. Jadi masih dapat dinikmati seperti biasa,” ujarnya.

Ia berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi. Ia meminta kesadaran para wisatawan yang datang ke Pulau Kenawa untuk tidak membawa benda-benda yang dapat memicu terjadinya kebakaran. (IL1)