Puluhan Sopir Truk Logistik Tujuan Sumba Sudah Dua Bulan Terdampar di Lembar

Puluhan truk pengangkut logistik menuju Waingapu, Sumba, NTT yang terdampar di Lembar. Jum’at (03/09/2021). (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur’ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Sebanyak 78 orang sopir truk pengangkut logistik yang berjumlah 38 unit sudah dua bulan terdampar di pelabuhan Lembar Lombok Barat (Lobar) setelah menyebrang dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Kendaraan yang akan menuju pelabuhan Waingapu, Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu belum jelas nasibnya lantaran kapal Egon yang melayani rute Lembar-Waingapu sedang dalam masa perawatan dan perbaikan (Docking).

“Saya di sini sudah mau dua bulan, padahal sedang membawa donasi logistik untuk korban terdampak bencana beberapa bulan kemarin di Sumba Timur itu,” tutur Umbu Domu Ninggeding, salah seorang sopir truk kepada Inside Lombok, saat ditemui di Lembar, Jum’at (03/09/2021).

Ia dan rekan-rekannya bahkan sudah kehabisan uang untuk bertahan hidup di Pelabuhan Lembar. Bahkan, sebagian besar dari mereka terpaksa harus menjual barang berharga yang dimilikinya untuk membeli makan dan kebutuhan lainnya.

“Pakaiannya sampai tidak bisa dicuci karena sabun tidak mampu beli, jual barang pribadi, jual HP, untuk hidup sehari-hari,” ujarnya pasrah.

Bahkan, para sopir itu pun terpaksa harus tidur di kolong mobil hingga emperan depan toko pedagang setempat. Mereka terpaksa harus menggunakan uang yang akan digunakan membeli tiket yang justru habis untuk bertahan hidup.

“Perbaikan dari Juli sampai sekarang ini belum ada kepastian. Memang beberapa kali keluar jadwalnya, tapi ketika hari H ternyata dibatalkan terus. Begitu terus sampai sekarang ini,” kata dia dengan raut bingung.

Dirinya berharap supaya pihak pengirim barang dapat memaklumi, barang yang mereka kirim tidak bisa sampai tujuan tepat waktu karena masalah yang ada.

“Ini kan bukan unsur kesengajaan. Karena KM Egon nya sedang perbaikan. Cuma, setelah perbaikan harusnya disiapkan kapal pengganti, seperti KM Awu dulu itu ada penggantinya,”ujarnya.

“Tapi kenapa sih kok KM Egon ini padahal milik pemerintah, kok gak ada penggantinya” tanya Umbo heran.

Hal itu justru menghadirkan keluhan dari para pengguna jasa yang terdampar tersebut. Lantaran, bila ke depannya tidak disiapkan kapal pengganti, itu dapat menghambat perjalanan barang-barang logistik yang dibutuhkan masyarakat di Sumba.

Selain perbaikan, kata dia, dari informasi yang diterimanya. Penyebrangan mereka juga terhambat akibat PPKM yang hingga saat ini masih terus diperpanjang pemerintah.

“Tapi dari SE Gubernur NTT, penyebrangan kendaraan logistik itu wajib berlayar supaya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,”jelasnya.

Begitu pun, ketika ada jadwal perbaikan tahunan, seharusnya pihak terkait, lanjutnya, dapat menyediakan kapal lain yang dapat digunakan.

“Tolong, kepada pemerintah dan pihak terkait yang berwewenang dengan perhubungan. Tolong bantu kami, tambahkan lagi satu kapal untuk kita berlayar supaya lancar” kata dia penuh harap.

Sementara itu, Kapolsek Pelabuhan Lembar, Iptu Irvan Surahman, saat turun memberikan bantuan konsumsi bagi para sopir truk menyebut dari hasil koordinasinya dengan pihak kapal dan pelabuhan. Jadwal penyebrangan menuju Waingapu, Sumba itu direncanakan pada tanggal 4, 7 dan 19 September ini.

“Semoga ini dapat direalisasikan, kami dari kepolisian pelabuhan akan terus berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan mau pin pihak kapal” paparnya.

Dirinya pun berharap, supaya bantuan untuk kebutuhan konsumsi yang disalurkan untuk para sopir itu dapat membantu meringankan kebutuhan makan dan minum mereka.

“Semoga ini dapat membantu untuk sekedar memenuhi kebutuhan makan dan minum rekan-rekan sopir ini, selama menunggu jadwal keberangkatan kapal,” pungkas Irvan.