Ratusan Nelayan Mataram Segera Terima Bantuan Konverter Kit

Nelayan di kawasan Pantai Gading Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang hedak turun melaut. (Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, ratusan nelayan di kota ini segera mendapatkan bantuan konverter kit dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui program konversi bahan bakar minyak ke elpiji tiga kilogram.

“Alhamdulillah, 460 nelayan di Mataram segera mendapatkan bantuan konveter kit. Direncanakan penyerahan dilaksanakan awal November 2019,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Mataram Baiq Sujihartini di Mataram, Kamis (31/10).

Ia mengatakan, Kota Mataram menjadi salah satu kota yang diprioritaskan mendapatkan bantuan konverter kit bahkan jumlah yang diberikan termasuk relatif besar dibandingkan dengan daerah lain.

Hal itu dikarenakan, berdasarkan hasil evaluasi tim dari Kementerian ESDM dan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang langsung turun ke lapangan dan bertemu dengan nelayan penerima bantuan sebelumnya, hasilnya cukup membanggakan.

Semua nelayan yang menerima bantuan tahun lalu memanfaatkan bantuan secara maksimal dan mendapatkan dampak dari efisiensi biaya operasional. Karenanya, sampai saat ini belum ada laporan nelayan yang menjual bantuan.

“Selain itu, dalam proses pendistribusian juga berjalan aman dan lancar. Itulah yang menjadi beberapa pertimbangan, kenapa kita diprioritaskan mendapat bantuan konverter kit cukup banyak,” katanya.

Dikatakan, kriteria nelayan yang mendapatkan bantuan konverter kit antara lain, nelayan kecil yang memiliki sampan di bawah 15 GT atau menggunakan mesin ketinting, dan sudah memiliki kartu nelayan.

Konverter kit BBM ke elpiji terdiri atas beberapa komponen, yaitu mesin penggerak, konverter kit, as panjang, baling-baling, 2 buah tabung elpiji 3 kilogram, serta aksesoris pendukung lainnya seperti “reducer”, “regulator”, dan “mixer”.

Program konversi ini, sambung Sujihartini, dilakukan untuk menghemat biaya operasional yang dikeluarkan oleh para nelayan. Sejak beralih menggunakan gas, para nelayan hemat biaya operasional sekitar 40 hingga 60 persen.

“Satu tabung elpiji tiga kilogram sama halnya dengan membeli BBM sebanyak 5-7 liter, sehingga efisiensi bisa mencapai 50 persen,” ujarnya. (Ant)