25.5 C
Mataram
Selasa, 27 Februari 2024
BerandaBerita UtamaRSUD Praya Dapat Predikat Paripurna, Siap Tingkatkan Pelayanan

RSUD Praya Dapat Predikat Paripurna, Siap Tingkatkan Pelayanan

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menetapkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, Lombok Tengah (Loteng) lulus akreditasi paripurna untuk yang pertama kalinya pada 7 Maret lalu. Dengan akreditasi itu, maka kualitas pelayanan di rumah sakit daerah itu akan lebih baik.

Direktur RSUD Praya, Mamang Bagiansah, mengatakan persiapan untuk meraih akreditasi paripurna itu telah dimulai sejak tahun lalu. Pihaknya telah menjalani 784 elemen penilaian yang dilakukan lembaga akreditasi untuk mengukur kualitas pelayanan rujukan standar yang memberikan jaminan mutu pelayanan dan keselamatan kepada pasien.

“Berkat kerja sama pihak internal dan eksternal, kami mendapat predikat ini,” katanya kepada awak media, Sabtu (11/3/2023).

Mamang menjelaskan, dalam memberikan rasa nyaman kepada pasien dan pengunjung pihaknya akan memperindah tampilan RSUD Praya dan juga meningkatkan pelayanan. “Memang masih banyak persoalan yang perlu dibenahi pada tubuh RSUD Praya, termasuk soal mengubah karakter tenaga medis,” jelasnya.

- Advertisement -

Dikatakan dokter spesialis penyakit dalam itu, akreditasi paripurna ini merupakan pondasi untuk meningkatkan pelayanan dan kenyamanan kepada masyarakat. “Perencanaan jangka panjang mulai A sampai Z kami siapkan demi memberikan kenyamanan dan keselamatan pasien,” ujarnya.

Pihaknya menargetkan di tahun mendatang RSUD Praya menjadi rumah sakit dengan tipe B, yang saat ini masih tipe C. Sementara Untuk mendapatkan akreditasi tipe B, RSUD Praya masih kekurangan dokter sub spesialis, seperti spesialis dalam, bedah, anak, kandungan dan lainnya.

“Minimal harus ada dua sub spesialis. Faktanya, kami masih kekurangan SDM dan sementara masih menyewa dokter di luar,” katanya

Sementara itu, Ketua Akreditasi RSUD Praya, Ketut Sudarsana menjelaskan prasyarat untuk lulus dalam akreditasi paripurna minimal 85 persen sasaran keselamatan pasien terpenuhi. “Kemudian untuk standar program nasional harus terpenuhi 100 persen baru dinyatakan lulus,” jelasnya.

Sebelumnya, pada Oktober 2022 telah dilakukan survei simulasi oleh Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna. Pada Februari 2022, dilakukan penilaian. “Sebelumnya sudah disurvei simulasi, dan sekarang sudah penilaian,” pungaksnya. (fhr)

- Advertisement -

Berita Populer